Anda tidak perlu membayar tiket masuk ke monumen ini, tetapi Anda bisa memberikan tip kepada penjaga yang ada di sana.
Tempat wisata yang satu ini memang merupakan tempat ibadah bagi umat Buddha, tetapi vihara ini dibuka untuk umum lho. Vihara yang berlokasi di Jl. Rangga Gede 1, Tanjung Pura, Karawang ini telah berdiri sejak tahun 1770.
Awal mulanya, vihara ini menjadi tempat mendaratnya rombongan dari Tionghoa ke Teluk Ujung Karawang, menuju Muara Cabangbungin Bekasi, kemudian menyusuri sungai Citarum. Membawa abu leluhur Sian Djin Ku Poh, rombongan yang terdiri atas tiga marga (Marga Khouw, Lauw, dan Tjiong) dipimpin oleh Khow Si Le sebagai pemimpin, mereka menghadapi sungai Citarum dan sungai Cibeet.
Atas kepercayaan yang dianut, mereka meminta putunjuk kepada Mak Sian Djin Ku Poh dan tak kunjung mendapat jawaban. Sehingga mereka berlabuh dan tinggal di tempat yang dikenal sebagai Tanjung Pura, kemudian mendirikan sebuah vihara atau kelenteng yang diberi nama Kelenteng Sian Djin Ku Poh.
Kini, bentuk Vihara Sian Djin Ku Poh berbeda dengan kondisi yang sebelumnya akibat material pembangunan yang berbeda dan banyaknya umat dan pengunjung yang datang ke vihara dari waktu ke waktu.
Di Dalam vihara ini terdapat altar utama (altar Sian Dji Ku Poh), altar Tuhan Yang Maha Esa, Swan Kwan Tee, Mun Sen, Toe Tie Kong, Sakyamuni, dan altar lainnya yang masih banyak lagi.
4. Pantai Tanjung Pakis
Selanjutnya, tempat wisata alam yaitu Pantai Tanjung Pakis yang terletak di 68 KM dari pusat kota Karawang ke arah utara, dan sekitar 22 KM dari area situs Batujaya. Di pantai yang membentang sepanjang 7 KM ini, Anda bisa menyewa perahu untuk menikmati keindahan pantai ini. Selain perahu, Anda juga bisa menikmati dermaga kayu, outbond, dan banana boat.
Baca Juga: Ciri Khas Kota Karawang: Goyang Karawang Sampai Rengasdengklok
Tidak perlu khawatir soal makanan, disana terdapat tempat makanan yang menawarkan bandeng bakar, dan warung makan di sekitar pesisir pantai. Selain tempat makan, juga tersedia tempat penginapan yang nyaman dan ber-AC di sekitar pantai.
Dengan menyiapkan biaya sebesar Rp. 5.000 rupiah per orang, Anda bisa mengunjungi pantai ini dari pukul 07.00 hingga 17.00 di hari Senin – Minggu. Jika Anda membawa kendaraan pribadi, maka Anda harus menyediakan biaya parkir motor sebesar Rp. 5000 rupiah, dan Rp. 10.000 rupiah untuk mobil.
5. Danau Cipule
Selain pantai, Anda juga bisa mengunjungi salah satu danau yakni Danau Cipule atau yang sering dikenal dengan julukan Danau Tobanya. Disebut Danau Tobanya karena danau ini sangat luas dan besar seperti Danau Toba di Sumatera. Danau ini berlokasi di 20 KM dari pusat kota Karawang, 3 KM dari Bendungan Walahar arah ke Selatan, tepat di tepian Sungai Citarum, Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Kawa Barat.
Danau yang memiliki luas sekitar 90 hektar dengan kedalaman 2 meter ini dulunya merupakan tempat bekas lahan tambang pasir, dan kemudian terbentuk menjadi danau karena proses tambang yang dilakukan secara terus-menerus sehingga membentuk sebuah cekungan besar. Di sini, Anda bisa menikmati wahana permainan air seperti perahu rakit hingga perahu bebek-bebekan yang bisa digunakan untuk mengelilingi danau. Selain itu juga terdapat area parkir, kamar mandi, toilet, dan mushola.
Sama seperti Pantai Tanjung Pakis, Anda juga tidak perlu khawatir untuk membawa makanan dari rumah. Di danau ini, terdapat saung bambu serta warung-warung sederhana yang menyediakan berbagai jenis kuliner khas Karawang. Anda bisa menikmati hidangan seperti udang tawar dan ikan goreng yang masih segar lengkap dengan sambel lalapan.
Berita Terkait
-
Menyusuri Jejak Prajurit Diponegoro di Masjid Baiturrahman Kediri
-
Putra Pejuang Ungkap Makna di Balik Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok
-
Bukan Diculik, tapi Diamankan: Keluarga Djiauw Kie Siong Luruskan Kisah Rengasdengklok
-
Jejak Konsep Proklamasi yang Musnah Dibakar di Rumah Sejarah Rengasdengklok
-
Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Mengawal Ekonomi Masyarakat
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat
-
5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini
-
Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei