3. DIY Microneedling
Microneedling masuk dalam 6 tren kecantikan di TikTok, namun harus kamu hindari karena dapat membahayakan kesehatan kulit.
Microneedling merupakan teknik untuk meningkatkan kuantitas kulit serta merangsang produksi kolagen. Yang mana teknik ini kulit ditusuk menggunakan jarum kecil.
Tak sedikit orang yang mencoba microneedling sendiri menggunakan alat dermaroller. Sayangnya kaum profesional bidang kecantikan tidak mendukung teknik seperti itu.
Pasalnya, microneedling atau dermarolling yang mereka lakukan sendiri bisa merusak kulit serta menyebabkan infeksi. Karena banyak yang menggunakan perangkat tidak steril.
Jika ujung jarum tumpul tentunya dapat merusak kulit. Selain itu, perlu akurasi yang tinggi untuk menghindari terjadinya iritasi, infeksi, cedera, serta jaringan parut.
4. Menggunakan Toner sebagai Deodoran
Untuk menghilangkan bau badan, toner digunakan sebagai deodoran. Ini menjadi salah satu dari 6 tren kecantikan di TikTok. Tapi dokter kulit tidak menyarankan teknik ini untuk kamu terapkan.
Beberapa toner mengandung alkohol, sehingga dapat membantu menghilangkan bakteri penyebab munculnya aroma bau badan.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Gandeng KPK Tumbuhkan Budaya Anti Gratifikasi Program JKN-KIS
Toner lainnya mengandung AHA dan BHA yang bisa turunkan tingkat pH pada ketiak. Dengan begitu bakteri sebagai penyebab bau badan enggan untuk berkembang biak.
Meski begitu, tetap saja ada potensi terjadinya iritasi maupun hiperpigmentasi atau penggelapan kulit setelah terjadinya inflamasi.
Karena secara logika, toner itu tidak diformulasikan buat kulit ketiak. Makanya gunakan produk perawatan kecantikan sesuai dengan petunjuk pemakaiannya.
5. DIY Lip Injection
Lip injection masuk dalam deretan 6 tren kecantikan di TikTok yang viral. Namun menurut dokter kulit, tren ini dapat menyebabkan oklusi pada pembuluh darah, jaringan parut, dan infeksi. Bahkan bisa menyebabkan kebutaan permanen apabila melakukannya tidak tepat.
Tren kecantikan seperti ini juga tidak terjaga kebersihannya. Selain itu, bibir merupakan area sangat vaskular.
Berita Terkait
-
Kata-kata Kesal Bupati Siak Protes Video Tanam Pohon di Bekas Kebakaran Hutan Dihapus TikTok
-
Puluhan Ribu Video Affiliate Dorong Bisnis Momami Tumbuh 2 Kali Lipat
-
Gaya Konsumsi Orang RI Berubah Total, Data BPS dan TikTok Buktikan Ini
-
Alarm dari Komdigi: Misteri di Balik Ketimpangan Pemblokiran Akun Anak TikTok vs Meta
-
Update PP Tunas: Akun Anak Diblokir Tak Cukup, Komdigi Minta Platform Ubah Fitur
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan