SuaraBekaci.id - Facebook dan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama pemuka agama serta kreator konten #TahanDulu, road show virtual di lima kota di Indonesia.
Kepala Kebijakan Publik Asia Tenggara Facebook, Rahimah Abdulrahim menyampaikan, memberikan konteks yang tepat adalah salah satu cara untuk mengatasi misi nformasi.
"Inilah tujuan utama dari kampanye #TahanDulu, yaitu mengingatkan orang-orang di Indonesia membuat keputusan tepat tentang apa yang ingin mereka baca dan bagikan secara online," ujar Rahimah dalam keterangan rilis, Jumat (24/9/2021).
Dia menambahkan, sehingga semua orang dapat turut ambil bagian untuk bersama-sama melawan Covid-19.
Sebagai permulaan, Facebook bersama tiga tokoh muda lintas agama seperti Habib Husein Ja’far, Pendeta Yerry Pattinasarany, dan Yan Mitha Djaksana selaku Tokoh Muda agama Hindu, menggelar sesi diskusi bertajuk “#TahanDulu Hoaks itu Dosa”.
Acara ini disiarkan secara langsung melalui Halaman Facebook Indonesia pada Kamis (23/9/2021) pukul 19.00 WIB.
Ketiganya akan mengulas secara mendalam tentang pandangan agama terhadap tindakan menyebarkan hoaks yang membahayakan masyarakat.
Termasuk berbagai klaim yang salah seputar Covid-19 dan serta tips agar terhindar dari jebakan misinformasi.
Tak hanya pemuka agama, Facebook dan Kementerian Kominfo juga berkolaborasi dengan kreator konten di beberapa kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Medan, Pontianak, Surabaya, dan Makassar.
Baca Juga: Virtual Job Fair Bulanan Digencarkan, Cara Kota Tangerang Pulihkan Ekonomi Saat Pandemi
Di roadshow virtual yang digelar sepanjang Oktober hingga November ini, mereka akan berbincang-bincang membahas misinformasi seputar Covid-19 di kota-kota tersebut.
Rahimah berharap, masyarakat bisa semakin memahami bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari misinformasi seputar Covid-19.
Kemudian mereka berpikir ulang, serta memeriksa kebenaran informasi yang mereka terima sebelum dibagikan di media sosial.
"Kami percaya, kolaborasi dan peran serta dari seluruh masyarakat menjadi kunci untuk meredam peredaran misinformasi Covid-19 dan mempercepat langkah kita untuk keluar dari pandemi ini,” pungkasnya.(*)
Berita Terkait
-
Film Horor Misteri Bisikan Desa Gringsing Siap Menghantui Bioskop Mulai 24 September 2026
-
Promo Diskon 10% Dusit Thani untuk Seluruh Pemegang Debit Virtual BRI
-
Modus Olah Oli Bekas Jadi Bening, Pabrik Oli Palsu Cengkareng Untung Rp864 Juta
-
Apakah Virtual RAM pada HP Murah Berpengaruh pada Performa? Ini Rekomendasi Rp3 Jutaan
-
Bukan Sekadar Jumpscare, Aghniny Haque Ungkap Horor Berbeda di "Bisikan Desa Gringsing"
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi
-
Mobil Damkar Hantam 6 Kendaraan Sekaligus di Cakung
-
Bantu Lansia Tetap 'Ngebul', Presiden Prabowo Bagikan Becak Listrik Gratis di Bekasi
-
BRI InFrame 2026 Jadi Ruang Dokumentasi Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pelaku Kekerasan Seksual Dapat Surat Pembebasan Bersyarat Jelang HUT RI