SuaraBekaci.id - Rencananya, Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah di tengah pandemi Covid-19 pada 14 September 2021.
"Kami pastikan, PTM (Pembelajaran Tatap Muka) akan segera digelar di seluruh kecamatan," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karawang Asep Djunaedi, dilansir dari Antara, Minggu (12/9/2021).
Jika diakumulasi se-Karawang, maka Sekolah Dasar yang akan menggelar PTM sekitar 150 unit.
Ia mengatakan, tidak semua SD akan menggelar PTM. Setiap kecamatan hanya ada lima SD yang akan menggelar PTM.
Sekolah tingkat SMP yang akan PTM kemungkinan hanya di perdesaan, seperti Pakisjaya, Tirtajaya, dan Cilamaya.
Ia menjelaskan PTM itu secara terbatas. Setiap sekolah hanya 20 anak didik atau 50 persen dari total siswa, sedangkan pelaksanaannya secara sif.
Asep menyampaikan PTM itu akan memperhatikan zona pandemi. Artinya kecamatan zona merah penularan Covid-19 tidak dibolehkan PTM, kecuali di sekolah itu anak didik sudah divaksin lebih dari 70 persen.
"Misalkan di sekolah A berada di kecamatan zona merah. Tapi siswa di sekolah itu sudah 90 persen divaksin, maka itu dibolehkan PTM," pungkasnya.
Baca Juga: Disdik Sleman Laporkan Persiapan PTM ke Bupati Pekan Depan
Berita Terkait
-
Keren! Cara Sekolah Pastikan Kondisi Kesehatan Siswa Saat PTM Terbatas Ini Patut Ditiru
-
Kasus Covid-19 Mulai Menurun, Batam Akan Buka Sekolah Tatap Muka
-
Masih Waspada, Sekolah di Kota Makassar Belum Diijinkan Gelar Pembelajaran Tatap Muka
-
PTM di Solo Sudah Dimulai, Anak Sulung Gibran Ternyata Masih Sekolah di Rumah
-
PTM Terbatas Sudah Dimulai, Kak Seto: Psikologis Anak Harus Dilindungi
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Teheran Diguncang Ledakan Baru! Israel Kembali Menyerang
-
Perbedaan Krusial Zakat dan Pajak Menurut Jusuf Kalla
-
Mahasiswa Bekasi Diciduk Polisi, Ternyata Pengedar Tembakau Sintetis Rumahan
-
Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Kepada 3,8 Juta Debitur
-
Kontroversi Paspor Inggris Anak Alumni LPDP, AHU: Potensi Pelanggaran Hak Anak