SuaraBekaci.id - Larangan mudik berlaku dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Namun tidak sedikit pemudik yang tetap memaksakan untuk pulang ke kampung halamannya.
Salah satunya Rohadi (34). Pemudik dari Tanggerang ini memilih berangkat bersama pemudik lain sehingga bisa lolos Pos Penyekatan Mudik Kedungwaringin di perbatasan Bekasi-Karawang pada Selasa (11/5/2021).
Dia mengaku bahwa kepulangannya g karena ingin bertemu orangtuanya.
"Orang tua yang kangen, biasanya orang tua yang datang ke Jakarya. cuma karna ini (permintaan orang tua), ya namanya orang tua gitu," jelasnya saat ditemui SuaraBekaci.Id di Pos Penyekatan Mudik Kedungwaringin di perbatasan Bekasi-Karawang, Selasa (11/5/2021)
Dia rela meninggalkan anak dan istrinya untuk menuruti permintaan orang tua. Namun, dirinya tidak memaksakan dan akan kembali ke Tangerang jika dirinya diputarbalikkan oleh petugas kepolisian.
"Karena ini aja orang tua kangen. Namanya orang tua kangen otomatis kan kita mau engga mau harus nekat pulang," katanya.
"Kalau engga bisa lewat ya pulang lagi kan gitu," lanjutnya.
Dia menjelaskan, dirinya memilih berangkat bersama dengan pemudik lainnya agar bisa lolos dari pos penyekatan mudik.
"Ya ngikutin temen-temen aja (pemudik lainnya), kalau temen lolos kita lolos," tutupnya.
Baca Juga: Pemudik Bisa Lewati Pos Kedungwaringin Bukan Berarti Lolos dari Petugas
Pantauan SuaraBekaci.id, saat ini lalulintas cukup padat. Bahkan Pos Penyekatan Kedung Waringin menerapkan sistem buka tutup.
Kendaraan yang dapat melintas di Kedungwaringin, kembali akan diperiksa di Pos Penyekatan Tanjungpura, Kabupaten Karawang.
Kontributor : Imam Faisal
Berita Terkait
-
Kawal Jakmania ke GBK, 934 Petugas Disiagakan di 47 Titik Pengamanan Kota Bekasi
-
Persija vs Persib Kembali di GBK Setelah 7 Tahun! Jakmania-Bobotoh Bekasi Sepakat Jaga Persaudaraan
-
Polisi Pastikan Kasus Penistaan Agama Abah Setu Lanjut: Laporan Belum Dicabut!
-
Lihat Aksi Pemukulan, Saksi Kunci Bongkar Peran Anggota DPRD Bekasi di Kasus Pengeroyokan
-
KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat
-
5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini
-
Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei
-
Perkuat Layanan Digital bagi PMI, BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Siapa Tersangka Baru?