SuaraBekaci.id - Bendahara DPRD Jeneponto, Preman diduga membawa kabur anggaran DPRD sebesar Rp 1 miliar. Anggaran DPRD dibawa kabur Preman usai dilakukan pencairan pada Kamis (29/4/2021).
Wakil Ketua I DPRD Jeneponto Irmawati Zainuddin membenarkan peristiwa tersebut. Anggaran yang diduga dibawa Preman sebesar Rp 1.048.900.000.
Anggaran itu terdiri dari dana makam minum pimpinan, insentif security dan tenaga honorer, gaji pegawai dan SPPD anggota DPRD Jeneponto.
"Iya benar, sampai sekarang belum diketahui keberadaannya, sesuai hasil konfirmasi ke pihak bank, dana itu dicairkan di Bank Sulselbar Cabang Jeneponto pada hari Kamis, 29 April 2021, Rp 500 juta cast dan Rp 548 juta masuk di rekening bendahara dan mentransfer ke rekening BCA milik Preman," katanya dilansir dari Terkini.id -- jaringan Suara.com, Senin (3/5/2021).
Irmawati mengaku sempat bertemu Preman pada Kamis (29/4/2021) sekitar pukul 15.00 Wita. Dia menanyakan apakah anggara tersebut sudah dicairkan atau belum.
"Namun saat itu Preman mengaku belum, katanya nanti hari Jumat, 30 April 2021, setelah saya temui Preman, saya konfirmasi ke pihak bank Sulselbar dan mengatakan sudah cair," katanya.
Dia menyatakan, di bersama sopirnya menemukan dompet dan gawai Preman di jalan.
"Saat kami balik, tiba-tiba sopir saya berhenti, saya tanya Kenapa berhenti, sopir bilang ada dompet yang jatuh saya lihat, ternyata dompet dan hp itu milik Preman," ungkapnya.
Irmawati mengatakan, pihaknya telah menyarankan agar Sekretaris DPRD Jenoponto melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisia. Karena, kata dia, pencairan anggaran seharusnya ditandatangani oleh Sekwan Jenoponto.
Baca Juga: Bendahara Kantor DPRD Jeneponto Dilaporkan Bawa Kabur Uang Rp 500 Juta
Namun, dia menduga Preman memalsukan anggaran Sekwan Jenoponto.
"Dana itu cair karena diduga Preman memalsukan tanda tangan Pak Sekwan, terkait dengan hal itu kami sudah sarankan Pak Sekwan untuk melaporkan ke pihak Kepolisian," tandasnya.
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Asep Surya Atmaja: Calon Kepala Desa Jangan Main Politik Uang
-
Jual Sabu Modus Pakan Burung Terbongkar, Pengedar di Bekasi Tak Berkutik
-
Ciamis Siaga Darurat Kekeringan, Warga Bekasi Butuh Air Bersih
-
Bukan Cuma Data Kurang, Sekda Bekasi Akui Mental ASN Terguncang
-
Menerjang Ombak, Mantri Perempuan BRI Hadirkan Layanan Keuangan hingga Kepulauan Sulawesi Tengah