Antonio Juao Silvester Bano
Minggu, 04 April 2021 | 19:19 WIB
Ferdinand Hutahaean.(YT/Ferdinand Hutahaean)

SuaraBekaci.id - Politikus Ferdinand Hutahaean menyebut bahwa Indonesia darurat terorisme. Hal itu dia sampaikan menyusul tertangkapnya puluhan terduga teroris selema beberapa waktu terkahir.

Ferdinand menyorot soal penangkapan puluhan orang terduga teroris terkait dengan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Menurutnya penangkapan tersebut menununjukkan bahwa Indonesia darurat Terorisme.

"Sekitar 55 orang telah ditangkap Polri terkait terorisme pasca pengeboman di Katedral Makasar. Banyaknya yang ditangkap ini menunjukkan negeri kita darurat terorisme," demikian cuitan Ferdinand Hutahaen melalu akun twitternya, @FerdinandHaean3, Minggu (4/4/2021).

Ferdinand mengatakan, terkait dengan hal tersebut maka Indonesia memerlukan Peraturan Presiden Pengganti Undang-undang (Perppuu) tentang Terorisme.

Cuitan Ferdinand Hutahaean soal darurat terorisme.[Twitter/@FerdinandHaean3]

Karena, menurut dia, Perppuu tentan Terorisme merupakan salah satu jalan untuk melawan gerakan terorisme.

"Maka Perpu Terorisme adalah salah satu jalan menghancurkan gerakan terorisme dan segala kebiadabannya," cuitnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terus menggencarkan operasi penangkapan terhadap para terduga teroris. Hal itu buntut dari kejadian bom bunuh diri Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

Hingga Sabtu (3/4/2021), kepolisian telah menangkap 60 terduga teroris. Mereka ditangkap di sejumlah wilayah seperti Makassar, Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Baca Juga: Rayakan Paskah, Umat Kristiani di DIY Diminta Tak Takut Terorisme

"Sampai saat ini total kurang lebih dari rangkaian Makassar, Jakarta, Jawa Timur Yogyakarta ada kurang lebih 55 sampai 60 orang kita amankan," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (3/4/2021).

Load More