SuaraBekaci.id - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai tidak perlu ada aturan khusus mengenai buzzer.
Mardani Ali Sera mengatakan, yang terpenting yakni penegakan etika kepemimpinan dan penegakan hukum yang adil.
Mardani Ali Sera menyampaikan hal tersebut melalui cuitan di akun twitternya @MardaniAliSera.
"Tidak perlu aturan khusus sebenarnya untuk buzzer. Tapi cukup tegakkan etika kepemimpinan dan penegakan hukum yang adil," cuitnya dikutip Suara.com, Jumat (19/2/2021).
Mardani Ali Sera yakin bahwa buzzer akan hilang dengan sendirinya jika etika kepemimpinan dan penagakan hukum yang adil telah terlaksana.
"Buzzer akan hilang dengan sendirinya. Buzzer itu laksana lalat,ketika ada bangkai ada lalat. Makanya pemimpin yang memelihara buzzer patut dipertanyakan," katanya di cuitan yang sama.
Berita Terkait
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Denny Sumargo Tak Main-Main Cari Pemfitnah Istri Buzzer Pemerintah, Kini Mention Terduga Pelaku
-
Dari AI hingga Hoaks, Jateng Media Summit 2026 Bahas Tantangan Berat Media Lokal
-
Istri Difitnah Jadi Buzzer Pemerintah, Emosi Denny Sumargo Meledak
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila