SuaraBekaci.id - Teman dari Pian Firmansyah (20) korban begal di Bekasi mengharapkan agar para pelaku menerima hukuman setimpal atas perbuatannya membacok Pian menggunakan celurit dengan sadis hingga meregang nyawa.
Pian diketahui menjadi korban begal yang dibacok celurit hingga tewas di depan Warung Nasi Goreng Madura, Jalan Agggrek l Blok D RT 006/013, Kelurahan Bekasi Jaya , Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Senin (1/1/2021) pukul 00.30 WIB.
Ahmad Zulfikri, salah satu teman Pian menceritakan, dirinya kerap bermain bersama sebelum peristiwa pemebegalan sadis yang membuat temannya meninggal dunia terjadi.
Fikri, sapaanya, bertemu dengan Pian pada Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 22.00 WIB di salah satu tempat yang tak jauh dari kediaman Pian.
"Iya, saya ketemu jam 10, pas itu saya nggak ke sini lagi," kata Fikri di Bekasi, Selasa (1/1/2021).
Setelah itu mereka semua bubar dari lokasi tersebut. Karena harus bekerja keesokan harinya.
Namun, Fikri dibuat kaget dengan kabar duka tentang Pian.
"Yaudah itu bubar nggak taunya itu dia dapat kabar begitu," katanya.
Fikri tidak mengetahui pasti alasan Pian yang merupakan warga Babelan Kabupaten Bekasi pergi ke wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi pada malam kejadian.
Baca Juga: Kader Demokrat Bekasi Bakal Lawan Gerakan yang Ganggu Soliditas Partai
"Itu dia kaya nggak pernah cerita gitu, biasanya kalau dia punya cewek gitu cerita, 'ini cewek gua nih, cewek gua yang baru bocah sini'," ujarnya.
Dia mengatakan, Pian dikenal sebagai teman yang baik dan pendiam. Walau pendiam, Pian peduli dengan teman-temannya dan selalu memberikan pertolongan.
Fikri mengungkap, sore sebelum kejadian pun Pian juga sempat ziarah ke makam temannya.
"Pas sore-sorenya juga dia abis ziarah juga ke temennya," katanya.
Fikri merasakan duka mendalam atas kepergian temannya tersebut. Dia mengharapkan para pelaku mendapatkan hukuman setimpal.
"Semoga hukuman setimpal lah gitu, sudah ngilangin teman saya," katanya.
Berita Terkait
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
-
Polisi Periksa PT Vinfast Auto hingga Green SM, 36 Saksi Digeber Bongkar Tragedi KRL Bekasi!
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Update Tragedi Bekasi: 84 Korban Sudah Pulang, KAI Buka Pintu Klaim Biaya Medis dan Trauma Healing
-
Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Dinas Bina Marga hingga PU, Bos Taksi Green SM Ditunda Besok
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati Belum Ditahan, KPAI: Pelaku Harus Dihukum Berat!
-
130 Sekolah Dasar di Kabupaten Ini Tidak Punya Kepala Sekolah
-
Tembok Sekolah di Jakarta Selatan Roboh, Bagaimana Nasib Siswa?
-
Hillary Brigitta Lasut Semprot Amien Rais: Serangan ke Teddy Bukan Kritik, Tapi Fitnah
-
KAI Buka Layanan Klaim Pengobatan Korban Insiden Bekasi Timur: Ini Syarat dan Caranya