SuaraBekaci.id - Munculnya varian baru virus corona membuat banyak pihak heboh dan terkejut. Kini sejumlah peneliti juga terus berupaya mengetahui tentang mutasi virus corona tersebut.
Varian baru virus corona ini disebut lebih menular dari sebelumnya. Kepala Eijkman Amin Soebandrio mengingatkan beberapa tanda atau gejala yang harus diwaspadai saat terinfeksi varian baru corona penyebab Sakit Covid-19.
Salah satunya adalah kembali dinyatakan positif Covid-19 setelah dinyatakan sembuh.
"Sejauh ini tidak mempengaruhi berat ringannya penyakit, hanya saja memang karena ini varian baru dan kita belum tahu persis sifatnya seperti apa, maka yang diantisipasi adalah kalau misalnya ada kasus terinfeksi dua kali," ujar Prof. Amin saat dihubungi suara.com beberapa waktu lalu.
Sekedar informasi, orang yang sudah dinyatakan sembuh bisa kembali positif Covid-19, sebabnya bisa dua hal yakni mengalami reaktivasi atau reinfeksi.
Misalnya setelah sembuh 2 hingga 3 minggu kemudian kembali dinyatakan positif. Maka sampel virus kembali diambil dan di-squencing, apakah virus yang masuk berbeda dengan varian sebelumnya.
Apabila strain virusnya sama dengan yang menginfeksi sebelumnya maka ia mengalami reaktivasi, sedangkan jika strain virus corona berbeda dari sebelumnya maka ia mengalami reinfeksi.
Reinfeksi inilah yang akhirnya patut diwaspadai, karena ada risiko seseorang terinfeksi varian baru virus corona. Sehingga itulah mengapa squencing virus harus selalu dilakukan petugas laboratorium, untuk mencari riwayat perjalanan atau mutasi virus corona.
Selain itu lelaki yang juga menjabat Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME) itu mengingatkan tanda lain terinfeksi varian baru corona, apabila setelah sembuh mengalami reinfeksi tapi mengalami gejala yang tidak biasa dari sakit sebelumnya.
Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 di Bogor Kian Meningkat
Ditambah apabila jika merasa setelah reinfeksi, ia merasa penyakitnya sulit sembuh, ditambah gejala penyakitnya yang cenderunh berbeda dari sebelumnya.
"Tapi itu belum ada buktinya, tapi sebagai tindakan kehati-hatian kalau kita melihat ada sesuatu yang berbeda, itu harus dicermati," ungkap Prof. Amin.
"Kita tidak hanya berhadapn dengan varian baru saja, tapi semua infeksi Covid-19 itu harus ditangani dengan baik prinsipnya," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Terkini
-
8 Pedagang Kalibata Gulung Tikar, Total Kerugian Rp1,2 Miliar
-
Nenek Nekat Curi 16 Baju di Tanah Abang, Begini Kondisinya!
-
Daftar Jaksa Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap Bupati Bekasi Non Aktif Ade Kuswara Kunang
-
Sengketa Lahan di Cikarang: Pemkab Bekasi Lawan Warga, Diduga Ada Mafia Tanah
-
450 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Dibawa ke Bantar Gebang Bekasi