"Informasi yang saya dapat, korban diamankan di Polres Siak," kata Supri.
Menurut Supri, pengumpul rongsokan tersebut tidak salah atas ledakan itu.
"Kalau dia tau benda itu bisa meledak, manakan berani mendekat," terang Supri.
Di sisi Lain, Supri memberikan keterangan berbeda, ia menjelaskan benda itu meledak akibat dipukul oleh Pakde.
"Mungkin dikiranya baja biasa, nahas benda itu meledak," terang Supri.
Informasi yang dirangkum dari warga sekitar lokasi kejadian, benda itu didapat dari wilayah Sungai Apit, pemungut kara-kara mendapat benda itu dari seorang warga yang tinggal di Sungai Apit.
Kapolsek Sabak Auh Ipda Cevin saat dikonfirmasi wartawan mengaku perkara itu ditangani oleh Polsek Sungai Apit, dalam penyitaan barang dan penangkapan terhadap yang diduga pelaku, pihaknya hanya bertugas sebagai pengamanan.
"Iya, itukan lokasinya berbeda, cuma salah satunya di Sabak Auh. Kasusnya ditangani Polsek Sungai Apit," terangnya.
Terkait benda yang diduga granat serta orang yang diduga sebagai pelaku, Ipda Cevin mengaku semuanya sudah tidak ada di Sabak Auh.
Baca Juga: Benda Diduga Granat Meledak di Siak, Dua Korban Terluka Dibawa ke RS
Sementara itu, Kapolsek Sungai Apit Iptu Yuda Efiar ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan penanganan awal perkara ini dilakukan pihaknya, karena kejadian di wilayah hukumnya.
Namun pengembangan perkara ini diambil alih oleh Polres Siak.
Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya belum diangkat, upaya kinfirmasi dilakukan melalui WhatsApp messenger dan pesan singkat atau SMS, sampai berita ini dirilis, Kapolres Siak belum memberikan keterangan.
Berita Terkait
-
Kampung di Yogya Sulap Ratusan Galon Bekas Jadi Dekorasi HUT RI, Cantik Sekaligus Ramah Lingkungan
-
Pasca Ledakan Bom, 20 Ribu Polisi Jaga Lokasi Pidato Kenegaraan Presiden Filipina
-
Kasus Bom MAN 3 Padang, KemenPPPA Sebut Ada Indikasi Paparan Paham Radikal
-
Diduga Korban Bullying, Pelajar di MAN 3 Padang Belajar Merakit Bom dari Media Sosial
-
Bom Rakitan Siswa MAN 3 Padang Jadi Alarm, Sosiolog UGM Soroti Bahaya Copycat Crime
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Begini Kisah Heroik Tragedi Berdarah Sasak Kapuk, Ubah Bekasi Jadi Lautan Api
-
Heboh Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu, Begini Update Harga Bawang Merah di Indonesia
-
Rela Datang Jam 5 Pagi dari Bekasi, Demi Kaos Gratis HUT RI di Monas
-
BRI Peduli Hadir untuk Korban Gempa Flores, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan