SuaraBekaci.id - Komika Egi Haw jadi perbincangan publik usai beredar video dirinya tengah membacakan puisi berjudul "Kebaya Merah"
Cuplikan video tersebut diunggah pada akun Twitter pribadinya @egiargians pada Kamis (10/11/2022).
Komika yang memiliki nama lengkap Egi Argiansyah itu membuat puisi tentang kebaya merah dengan tujuan untuk mengkritik dan sebagai lelucon.
Makna tersirat dari puisi tentang kebaya merah seakan ditujukan kepada pihak kepolisian, selain itu dalam puisi itu juga ada beberapa bagian yang menyinggung soal kasus Ferdy Sambo dan tragedi Kanjuruhan.
Baca Juga:Kenapa Pemeran Video Kebaya Merah Diperiksa Pakai Teknologi VR? Ini Alasan Polisi
Bahkan pemilihan kata yang digunakan Egi Haw dalam puisi tentang kebaya merah terdengar terang-terangan menyinggung pihak-pihak yang terkait dengan kasus kebaya merah, Ferdy Sambo, dan tragedi Kanjuruhan.
Ketika membacakan puisi tentang kebaya merah tersebut, pria berusia 23 tahun itu membawakannya dengan gaya bicara khas orang Bekasi.
Selain itu, latar pengambilan video terlihat berada di tempat pembuangan sampah Bantargebang, Kota Bekasi yang merupakan kampung halaman Egi Haw.
Berikut ini isi puisi tentang kebaya merah yang tengah viral di Twitter.
Langit
Baca Juga:Kasus Video Wanita Kebaya Merah VS Gisel, Kenapa Berbeda? Ini Kata Hotman Paris
Bisakah kau binasakan orang-orang yang ketika ditanya jawabnya ‘Kamu nanye?’
Aku takut langit
Aku takut kebiasaan ketika ia meninggal,
Ditanya Malaikat ‘Siapa Tuhanmu?’
Dia jawab ‘Kamu nanye?’
Walaupun lebih baik saat ditanya, jawab ‘Kamu nanye?’