facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Promosi Miras Pakai Nama Muhammad dan Maria Berbuntut Panjang, Holywings Digugat Rp 35,5 Triliun

Ari Syahril Ramadhan Jum'at, 01 Juli 2022 | 22:06 WIB

Promosi Miras Pakai Nama Muhammad dan Maria Berbuntut Panjang, Holywings Digugat Rp 35,5 Triliun
ILUSTRASI - Demonnstrasi di Holywings Palembang [Suara.com/Fadli}

Pangeran menegaskan Holywings harus mempertanggungjawabkan secara materiel di hadapan hukum.

SuaraBekaci.id - Perusahaan yang menaungi operasional Holywings, PT Aneka Bintang Gading digugat sebesar Rp 35,5 triliun.

Mereka digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta pusat oleh Organisasi kepemudaan Islam dan Kristen, Aliansi Pemuda Nusantara .

"Yang mana uang tersebut akan kami pergunakan untuk membangun rumah ibadah seluruh umat beragama di Indonesia," kata Ketua Umum Aliansi Pemuda Nusantara, Pangeran Negara di Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Pangeran menjelaskan dugaan penistaan agama yang dilakukan Holywings merupakan kasus pertama di Indonesia yang memiliki nilai keuntungan atau komersil.

Baca Juga: Menengok Makam Mbah Moen di Ma'la Makkah

Akibat penistaan agama tersebut, Pangeran menegaskan Holywings harus mempertanggungjawabkan secara materiel di hadapan hukum.

Pangeran menyebutkan umat Islam dan Kristen mengalami kerugian akibat dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Holywings, sehingga Aliansi Pemuda Nusantara mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class action).

Selain materiel, Pangeran menyebutkan perbuatan Holywings menimbulkan kerugian imateriel, sehingga dugaan tindak pidana tidak hanya dituduhkan kepada enam karyawan yang telah berstatus tersangka oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

"Tapi kami juga meminta pihak manajemen dalam hal ini juga para pemegang saham untuk bertanggung jawab juga," tutur Pangeran.

Pangeran mengungkapkan enam karyawan Holywings yang menjadi tersangka merupakan korban sebagai sikap lepas tanggung jawab manajemen perusahaan.

Baca Juga: Cakap Digital Penting untuk Terhindar dari Kerugian saat Transaksi Online

Hal lain menurut Pangeran, pihak manajemen harus meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena menodai dan menistakan umat Islam dan Kristen. [Antara]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait