facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Seorang Jamaah dari Kloter 11 Jakarta-Bekasi Meninggal Dunia di Tanah Suci Akibat Serangan Jantung

Andi Ahmad S Kamis, 30 Juni 2022 | 07:35 WIB

Seorang Jamaah dari Kloter 11 Jakarta-Bekasi Meninggal Dunia di Tanah Suci Akibat Serangan Jantung
Jamaah Haji (JH) yang tergabung dalam kloter 7 BTH yakni Norlius Ilyas Bin Intan Kayo berasal dari Kab. Pelalawan meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi, Rabu (29/6/22). [Foto:Antara/HO-Humas Kemenag Riau]

"Ya, karena penyakit jantung. Sebelumnya sempat dirawat di sini" kata Kepala Seksi Kesehatan Daker Mekkah, Muhammad Imran di KKHI Mekkah

SuaraBekaci.id - Seorang jamaah calon haji dari kloter 11 Jakarta-Bekasi meninggal dunia di Tanah Suci akibat penyakit jantung.

Tidak hanya itu, ada juga satu orang calon jamaah haji dari kloter 7 Batam meninggal dunia akibat serangan jantung.

Kedua calon haji yang meninggal dunia tersebut atas nama Norlius Ilyas Intan Kayo dan Anta Misda Jiam.

Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Mekkah mencatat dua calon haji meninggal dunia itu karena serangan jantung pada Rabu, (29/6/2022).

Baca Juga: Jamaah Haji Meninggal di Tanah Suci Bertambah Jadi 16 Orang

Sebelumnya, kedua jamaah calon haji tersebut sempat menjalani perawatan hingga total jamaah haji yang wafat saat ini tercatat 16 orang.

"Ya, karena penyakit jantung. Sebelumnya sempat dirawat di sini" kata Kepala Seksi Kesehatan Daker Mekkah, Muhammad Imran di KKHI Mekkah, Rabu.

Dengan meninggalnya dua calon haji tersebut, hingga saat ini delapan calon haji meninggal di Mekkah selebihnya di Madinah dan di Bandara.

Lebih lanjut Imran mengatakan, saat ini sebanyak 67 jamaah calon haji Indonesia sedang menjalani rawat inap di KKHI Mekkah.

"Ini mereka mengalami gangguan jantung dan kita rawat disini," kata Imran.

Baca Juga: KKHI Daerah Kerja Mekkah Laporkan Sudah 16 Jamaah Haji Indonesia yang Meninggal di Tanah Suci

Hingga saat ini KKHI Mekkah sudah merawat 731 kasus dengan 531 rawat jalan dan 200 yang dirawat inap. Imran mengatakan, dari jumlah jamaah yang dirawat inap tersebut paling banyak mengidap penyakit jantung.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait