facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

BMKG Benarkan Sesar Baribis di Selatan Jakarta Aktif, Begini Respon Anies Baswedan

Ari Syahril Ramadhan Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:50 WIB

BMKG Benarkan Sesar Baribis di Selatan Jakarta Aktif, Begini Respon Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Suara.com/Fakhri)

Jalur sesar Baribis dan sekitarnya meliputi kota besar seperti Bogor, Bekasi, dan Jakarta yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 100 km.

SuaraBekaci.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Sesar Baribis di selatan Jakarta terbukti aktif dengan estimasi laju geser mencapai sekitar 5 milimeter per tahun.

Merespon hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta akan mengecek keaktifan Sesar Baribis di selatan Jakarta mengacu keterangan BMKG tersebut.

"Nanti akan saya cek kembali," kata Anies saat ditemui di kawasan Cilandak Barat, Jakarta, Sabtu (25/6/2022).

Sebelumnya, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyatakan alat sensor seismograf BMKG mendeteksi aktifitas gempa di sesar tersebut.

Baca Juga: Jembatan Permanen Hancur Diterjang Banjir Bandang Leuwiliang Bogor, Ratusan Warga Terisolir

"Selain itu keaktifan sesar ini didukung hasil monitor alat sensor seismograf BMKG di mana terdapat aktivitas gempa yang terpantau di jalur sesar, meskipun dalam magnitudo kecil 2,3 – 3,1," kata Daryono.

BMKG mengapresiasi hasil kajian tentang aktifnya Sesar Baribis di selatan Jakarta, yang terbit di jurnal bergengsi Scientific Reports (Nature) pada tahun 2022 karena telah melengkapi peta sumber dan bahaya gempa bumi di Indonesia.

Menurut Daryono, jalur sesar Baribis dan sekitarnya meliputi kota besar seperti Bogor, Bekasi, dan Jakarta yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 100 km.

Jalur sesar tersebut melintas di selatan Jakarta sebagai segmen Jakarta, disamping segmen yang berada di sebelah timur yang dapat disebut sebagai segmen Bekasi - Purwakarta. Sehingga, dapat dikatakan Jakarta bagian selatan rentan dilanda gempa bumi.

"Tentu saja, dengan keberadaan jalur sesar aktif ini maka berpotensi terjadi gempa. Jika mencermati data gempa hasil monitoring BMKG tampak segmen selatan Jakarta ini memang belum menunjukkan aktivitas gempa, tetapi hasil kajian menunjukkan adanya tingkat kompresi yang tinggi, yang diduga terkait dengan area yang terkunci. Ini yang patut diwaspadai," kata dia.

Baca Juga: Terus Banggakan Formula E, Anies Baswedan: Dampak Ekonomi Capai Rp2,6 Triliun

Tentunya, seluruh lapisan masyarakat perlu memahami keterampilan cara selamat saat terjadi gempa, perlu ada edukasi masif dan latihan evakuasi yang berkelanjutan, tidak saja untuk antisipasi gempa akibat Sesar Baribis tapi juga untuk antisipasi potensi gempa megathrust yang sumbernya jauh dan dapat berdampak hingga Jakarta, kata Daryono. [Antara]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait