alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sakit Otot, Panas Dingin dan Gejala Ini Adalah Efek Samping Suntik Vaksin Dosis Campuran

Lebrina Uneputty Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sakit Otot, Panas Dingin dan Gejala Ini Adalah Efek Samping Suntik Vaksin Dosis Campuran
Ilustrasi demam. (unsplash)

Demam adalah efek samping yang paling banyak dilaporkan setelah prang menerima dua dosis vaksin Covid-19 yang berbeda atau kombinasi.

SuaraBekaci.id - Suntik vaksin Covid-19 dosis campuran atau kombinasi dapat mengalami efek samping lebih banyak seperti panas dingin, kelelahan, sakit kepala, nyeri sendi dan sakit otot.

Hal ini adalah hasil sebuah penelitian di Inggris. Penelitian di Inggris menganalisa orang-orang yang mendapatkan vaksin covid-19 campuran dan mendapati efek samping paling banyak.

Demam adalah efek samping yang paling banyak dilaporkan setelah prang menerima dua dosis vaksin Covid-19 yang berbeda atau kombinasi.

Sebuah studi menemukan campuran dari vaksin Covid-19 dari Pfizer dan AstraZeneca bisa menyebabkan efek samping yang lebih banyak dibandingkan pemberian dua dosis vaksin Covid-19 yang sama.

Baca Juga: Pengendalian Covid-19 Harus Diperkuat Meski Kasus Aktif Turun

Karena, pemberian satu dosis dari masing-masing vaksin Covid-19 yang dikombinasikan itu memiliki risiko menyebabkan gejala ringan hingga paling berat.


Studi Com-Cov yang dipimpin Oxford melibatkan 830 peserta berusia 50 tahun ke atas dan mengeksplorasi kemanjuran dari kombinasi 2 vaksin Covid-19. Secara keseluruhan, kombinasi vaksin Covid-19 memicu lebih banyak efek samping, termasuk demam.

Gejala lain dari efek samping kombinasi dua vaksin Covid-19, termasuk:

  • Panas dingin
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Rasa tidak enak
  • Sakit otot

"Semua efek samping ini kurang lebih sama dengan efek samping yang ditimbulkan dari dua dosis vaksin Covid-19 yang sama. Tapi, gejala ini lebih sering muncul ketika orang mendapatkan suntikan kombinasi dari 2 vaksin Covid-19," kata Matthew Snape, kepala penyelidik dan profesor di bidang pediatri dan vaksinologi di Universitas Oxford dikutip dari Express.

Menurut Matthew, sekarang ini pilihan terbaiknya adalah menyuntikkan dua dosis vaksin Covid-19 dari jenis yang sama kepada orang-orang. Karena, hasil uji klinis setiap vaksin Covid-19 juga telah membuktikan kemanjurannya.

Baca Juga: UPDATE Covid-19 Provinsi Bali, Kasus Aktif 633 Orang, 196 Orang Dirawat di RS Rujukan

Sementara itu, studi ini juga menemukan urutan pemberian dua dosis vaksin Covid-19 yang berbeda pun berdampak pada respons imun manusia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait