alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menghindari Kebingungan, Transgender Muslim akan Dilarang Masuk Masjid di Malaysia

Lebrina Uneputty Selasa, 05 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Menghindari Kebingungan, Transgender Muslim akan Dilarang Masuk Masjid di Malaysia
Ilustrasi Transgender (Pexels/Kamaji Ogino)

Putusan yang sama juga menyatakan bahwa transgender di negara bagian tersebut dilarang melakukan umrah atau haji untuk menghindari fitnah

SuaraBekaci.id - Menghindari kebingungan dan gangguan, Malaysia sedang mempertimbangkan larangan transgender muslim masuk ke dalam masjid. Menyadur Malay Mail Selasa (5/10/2021), langkah tersebut berawal dari keputusan negara bagian Perlis yang melarang transgender masuk masjid.

Keputusan itu dikeluarkan pada 21 September  komite fatwa negara bagian Perlis dan dianggap langkah untuk menghindari kebingungan dan gangguan di antara umat Islam lainnya selama ibadah.

Putusan yang sama juga menyatakan bahwa transgender di negara bagian tersebut dilarang melakukan umrah atau haji untuk menghindari fitnah.

Menyusul fatwa tersebut, wakil menteri urusan Islam negara bagian Putrajaya Datuk Ahmad Marzuk Shaary mengatakan sedang berusaha untuk meniru keputusan Perlis di Wilayah Federal.

Mufti Penang Seri Wan Salim Wan Mohd Noor juga mengatakan kepada transgender, untuk mengubah penampilan mereka sesuai jenis kelamin saat lahir jika ingin masuk masjid atau surau.

Kedua negara bagian tersebut merasa bahwa langkah tersebut perlu untuk mencegah ketidaknyamanan di antara jemaat lainnya.

"Bagi saya, apa yang dilakukan Perlis adalah sesuatu yang bisa dicontoh, karena jika seorang laki-laki memasuki masjid mengenakan jilbab, itu sangat tidak pantas," jelas Datuk Ahmad Marzuk, wakil menteri di Departemen Perdana Menteri Urusan Agama, dikutip dari The Star.

Marzuk tidak melarang seorang transgender datang ke masjid untuk bertobat, namun hal itu juga dapat mengganggu kenyamanan jemaah lain.

"Jika kita ingin mendorong negara bagian lain untuk mengikuti apa yang dilakukan di Perlis, kita harus melihat keseriusan kasus yang terjadi," kata Marzuk.

Wacana tersebut langsung disayangkan oleh transgender dan aktivis hak asasi manusia Nisha Ayub.

Komentar

Berita Terkait