alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kurikulum SMK Kemendikbud Belum Sinkron Kebutuhan Industri, Menteri Nadiem Jawab Begini

Lebrina Uneputty Senin, 04 Oktober 2021 | 15:33 WIB

Kurikulum SMK Kemendikbud Belum Sinkron Kebutuhan Industri, Menteri Nadiem Jawab Begini
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim / [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden]

"Tujuan saya adalah ingin membentuk suatu materi bahan ajar atau silabus pembelajaran yang memang sinkron dengan jurusan siswa," tuturnya.

SuaraBekaci.id - Seorang guru SMK Pariwisata pada suatu kesempatan menyatakan soal kurikulum SMK Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang belum sesuai dengan kebutuhan industri.

Adalah Sry Mulia Kurniati, guru SMK penerima Beasiswa Guru dalam Negeri. Sry Mulia Kurniati menyatakan hal itu saat ditanya soal rencana mengajar setelah menerima beasiswa BPI. 

Sry Mulia yang mengajar di SMK Negeri Palembang Jurusan Pariwisata itu mengatakan, saat ini ia belum melihat ada sinkronisasi antara kurikulum yang ada dengan kebutuhan siswa di dunia industri.

"Tujuan saya adalah ingin membentuk suatu materi bahan ajar atau silabus pembelajaran yang memang sinkron dengan jurusan siswa," tuturnya.

Pertanyaan itu kemudian langsung dijawab Nadiem Makarim. "Semoga pada saat itu sudah ada kemerdekaan dari semua program Merdeka Belajar kita untuk bisa bergerak. Kunci dari kelulusan ini adalah menjadi penggerak, jadi salah satu contohnya Guru Penggerak. Harapan saya Guru Penggerak bisa masuk ke dalam posisi-posisi kepemimpinan dalam sektor pendidikan," jawab Nadiem Makarim.

Percakapan itu terekam dalam Pembekalan Program Beasiswa Pendidikan Indonesia, Kemendikbursitek, secara virtual Jumat (1/10/2021)lalu.

Diketahui, sebanyak 2.175 orang menerima BPI atau Beasiswa Pendidikan Indonesia dari Kemendikbudristek pada semester gasal tahun akademik 2021/2022.

"Ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelaku budaya, jadi jangan disia-siakan. Bangun 'network' baru, keluar dari zona nyaman, coba hal baru, jangan takut ambil risiko, dan usaha inovatif dalam pembelajaran," ujar Mendikbud Ristek Nadiem  Makarim dalam pembekalan Program Beasiswa Pendidikan Indonesia, Jumat, (1/10/2021).

Ia berharap BPI bisa menjadi motivasi bagi para penerimanya untuk menjadi pemimpin di sektor masing-masing dan mendukung gerakan Merdeka Belajar yang telah digagas Kemendikbudristek.

"Pelan-pelan gerakan Merdeka Belajar berjalan dan semakin dapat momentum. Jadi tanpa pemimpin perubahan, tidak akan ada Merdeka Belajar. Merdeka Belajar adalah gerakan. Semua yang menerima beasiswa ini akan menjadi agen perubahan. Jadi optimalkan dan kontribusikan kepada masyarakat saat kembali nanti," katanya.

Komentar

Berita Terkait