alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Taliban Naik Perahu Angsa Sambil Bawa Senjata dan Peluncur Roket jadi Viral

Lebrina Uneputty Senin, 20 September 2021 | 14:55 WIB

Taliban Naik Perahu Angsa Sambil Bawa Senjata dan Peluncur Roket jadi Viral
Taliban naik perahu angsa sambil bawa senjata laras panjang. (twitter)

Unggahan tersebut langsung viral di media sosial dan sudah dibagikan lebih dari 21.000 kali dan mendapat like hingga 115.200.

SuaraBekaci.id - Taliban naik perahu angsa sambil bawa senjata lengkap jadi viral di sosial media.  Ramai di twitter, sebuah video Taliban beredar.

Bukan video perang atau klarifikasi, melainkan video sedang menaiki perahu angsa di tengah danau Afghanistan sambil membawa senjata lengkap dengan senjata peluncur roket. 

Video ini kemudian menjadi buah bibir di sosial media. Dalam video yang diunggah oleh seorang warganet di media sosial Twitter, terlihat belasan anggota Taliban naik perahu pedal.

"Taliban di Provinsi Bamiyan… (Foto-foto ini nyata)" tulis Jake Hanrahan di akun Twitternya.

Perahu-perahu tersebut tampak berwarna-warni dan dalam bentuk angsa. Para pria tersebut juga membawa senjata laras panjang dan peluncur roket.

Dalam video tersebut, seorang pria terlihat memegang peluncur roket dan berdiri di atas perahu kayuh berwarna kuning.

Di belakang pria tersebut, tampak tiga pria lainnya yang juga membawa senjata laras panjang sembari mengayuh perahu angsa tersebut.

Unggahan tersebut langsung viral di media sosial dan sudah dibagikan lebih dari 21.000 kali dan mendapat like hingga 115.200.

Menyadur New York Post Senin (20/9/2021), danau tersebut terletak di Taman Nasional Band-e Amir di provinsi Bamiyan timur Afghanistan.

Alex Dehgan, seorang aktivis di Wildlife Conservation Society, mengatakan kepada CNN pada 2019 jika danau itu adalah salah satu objek wisata di Afghanistan.

"Taman ini berfungsi sebagai ikon identitas orang-orang Afghanistan yang pada dasarnya menjadi mercusuar stabilitas selama tiga dekade kekacauan yang mereka alami," ujarnya.

James Willcox, pengusaha tur dan travel yang berbasis di Inggris, Untamed Borders, mengatakan bahwa danau tersebut dulu aman untuk para turis.

"Setiap kali kami membawa orang [ke Band-e-Amir], mereka mengalami hari yang menyenangkan," kata Willcox kepada CNN.

Komentar

Berita Terkait