alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pegawai Apotek Cikarang Jadi Tersangka Penjualan Obat untuk COVID-19 di atas Harga Eceran

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 30 Juli 2021 | 09:06 WIB

Pegawai Apotek Cikarang Jadi Tersangka Penjualan Obat untuk COVID-19 di atas Harga Eceran
Pekerja menunjukkan paket obat COVID-19 di gerai ekspedisi pengiriman barang SiCepat di Jalan K.S Tubun, Petamburan, Jakarta, Sabtu (17/7/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Tersangka RH merupakan pegawai apotek BL di kawasan Jalan Industri Kecamatan Cikarang Utara.

SuaraBekaci.id - Pegawai apotek Cikarang jadi tersangka penjualan obat untuk pasien COVID-19. Jumlahnya ada 4 orang.

Empat orang pegawai apotek yang bekerja di wilayah hukum Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terancam hukuman lima tahun penjara usai ditetapkan sebagai tersangka kasus penjualan obat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Empat tersangka masing-masing RH, RM, IDS, dan RW kami tetapkan tersangka kasus penjualan obat tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi," kata Kasatreskrim Polres Metro Bekasi AKBP Andi Oddang saat ungkap kasus di Mapolres Metro Bekasi, Kamis sore.

Dia mengatakan tersangka RH merupakan pegawai apotek BL di kawasan Jalan Industri Kecamatan Cikarang Utara sedangkan tersangka RM, IDS, dan RW merupakan pegawai apotek MF di Jalan Raya Imam Bonjol, Kecamatan Cikarang Barat.

Baca Juga: Kisah Indra Rudiansyah, Anak Bangsa yang Ikut Mengembangkan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

"Keempat tersangka itu bekerja sebagai karyawan hingga asisten apoteker. Tidak menutup kemungkinan pemilik apotek juga kami tetapkan tersangka, tergantung perkembangan penyelidikan nanti," katanya.

Polisi menjerat keempat tersangka dengan Pasal 62 Junto 10 huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana paling lama lima tahun atau pidana denda maksimal Rp2 miliar.

Andi mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Petugas kemudian menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian.

"Ternyata benar, mereka menjual obat, khususnya obat anti virus di atas harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan," katanya.

Tersangka terbukti menjual obat jenis Fluvir 75 miligram seharga Rp27.500 sedangkan HET obat tersebut Rp26.000 dan menjualnya secara eceran seharga Rp5.000 per tablet dari HET Rp1.700.

Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Percepat Vaksin Covid-19 hingga ke Kampung dan Pedalaman

Mereka juga menjual obat Azithromycin 500 miligram kepada masyarakat seharga Rp13.333 per tablet dari HET Rp1.700 per tablet.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait