alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Bekasi Olahraga di Grand Wisata Tambun Dibubarkan

Pebriansyah Ariefana Minggu, 11 Juli 2021 | 18:30 WIB

Warga Bekasi Olahraga di Grand Wisata Tambun Dibubarkan
Warga Bekasi olahraga di Grand Wisata Tambun dibubarkan. (Antara)

Pembubaran dilakukan Personel Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi.

SuaraBekaci.id - Warga Bekasi olahraga di Grand Wisata Tambun dibubarkan. Sebab menimbulkan keramaian di tengah PPKM Darurat Jawa-Bali.

Pembubaran dilakukan Personel Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi. Polisi membubarkan kegiatan olahraga yang tengah dilakukan warga di kawasan Grand Wisata Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu, dengan menggunakan pengeras suara dari mobil patroli lalu lintas.

"Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, kegiatan olahraga dilarang, hanya boleh dilakukan di rumah atau minimal di depan rumahnya," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi AKBP Argo Wiyono, Minggu.

Pembubaran itu dilakukan saat petugas tengah berpatroli dan mendapati sejumlah kerumunan warga sedang melakukan olahraga di sepanjang jalan kawasan Grand Wisata.

Baca Juga: PPKM Darurat Bekasi, Warga Muaragembong Dilarang Mancing Ikan di Sungai dan Kolam

"Langsung kami bubarkan, kami imbau agar mereka segera pulang kembali ke rumah masing-masing," katanya.

Argo menjelaskan warga dibubarkan saat sedang berolahraga sepeda, lari, dan juga berjalan kaki. Banyaknya jumlah warga yang beraktivitas memicu terjadinya kerumunan.

"Walaupun sudah memakai masker, tapi banyak dari mereka yang tidak menggunakannya dengan benar. Banyak warga yang berolahraga juga membuat kerumunan," ujarnya lagi.

Sesuai ketentuan PPKM Darurat, kata dia, aktivitas olahraga dilarang untuk dilakukan di area publik terlebih dalam jumlah massa yang relatif besar. Olahraga boleh saja dilakukan di rumah maupun halaman depan rumah.

"Bukan olahraganya yang tidak boleh, olahraga sangat baik bagi kesehatan. Tapi saat PPKM Darurat ini masyarakat dilarang melakukan aktivitas olahraga di luar lingkungan permukimannya, termasuk bersepeda atau gowes maupun jogging," katanya lagi. Tak hanya itu, kata Argo, sejumlah pedagang juga diimbau untuk menutup lapak dan hanya boleh melayani take away atau layanan makan dibungkus dan dibawa pulang.

Baca Juga: PPKM Darurat di Medan, Ini 15 Titik Penyekatan dan Pengalihan Arus

"Lapak kami suruh tutup, maksudnya itu kan pada gelar kursi sama karpet kami minta dilipat dan tidak disediakan untuk makan di tempat," ujarnya lagi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait