Waspada, Ini Bahaya Cabai Dengan Pewarna Bagi Ginjal

"Zat warna yang disemprotkan sejatinya tidak boleh terhirup oleh pernapasan kita karena bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru," jelasnya.

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Minggu, 03 Januari 2021 | 20:33 WIB
Waspada, Ini Bahaya Cabai Dengan Pewarna Bagi Ginjal
Polisi menunjukkan barang bukti berupa cabai rawit yang diberi pewarna dan cat pewarna. (ANTARA/Heru Suyitno)

SuaraBekaci.id - Belakangan masyarakat dihebohkan dengan temuan cabai yang menggunakan bahan pewarna bukan makanan. Cabai dengan campuran bahan pewarna ditemukan Kepolisian Resor Temanggung. 

Kabar itu berasal dari seorang petani berinisial BN (35) warga Desa Nampirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Ia diduga mencampur cabai rawit hijau dengan pewarna bukan untuk makanan, sehingga cabai tersebut menyerupai cabai rawit merah yang harganya lebih mahal.

"Perbuatan pelaku didasari cabai hijau dengan cabai merah harganya terpaut jauh. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, cabai hijau itu diwarnai menyerupai cabai merah," kata Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi dilansir dari ANTARA, Kamis (31/12/2020). 

Polisi menyita barang bukti berupa cabai hijau yang diberi pewarna oranye dan cat pewarna. Benny menyampaikan, gelar perkara itu sengaja dilakukan lebih cepat agar tidak berdampak luas pada masyarakat.

Baca Juga:Gila! Jelang Pergantian Tahun, di Semarang Harga Satu Cabai Rp1.000

Ilustrasi ginjal. (sumber: Shutterstock)
Ilustrasi ginjal. (sumber: Shutterstock)

Sementara itu dampaknya terhadap kesehatan, dokter spesialis penyakit dalam dr. Ari Fahrial Syam. Sp.PD., mengingatkan bahwa zat pewarna bukan untuk makanan tidak boleh terhirup oleh tubuh. Apalagi kalau sampai dikonsumsi, tentu bisa merusak fungsi organ tubuh. 

"Zat warna yang disemprotkan sejatinya tidak boleh terhirup oleh pernapasan kita karena bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru," jelasnya, dikutip dari kanal YouTube dr. Ari Syam Talkshow, Minggu (3/12/2020).

Dokter Ari juga menjelaskan bahwa kandungan logam berat pada zat pewarna itu lah yang bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal, hati, hingga sistem saraf.

"Zat pewarna mengandung zat kimia yang berbahaya, mengandung berbagai macam logam berat. Biasanya zat warna tidak boleh dikonsumsi manusia karena jelas yang akan terganggu ginjal, liver, persarafan," papar Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu. 

Dampak paling buruk, menurut dokter Ari, mencampur zat pewarna ke dalam makanan kemudian dikonsumsi bisa sebabkan kanker. 

Baca Juga:Gelar Pangan Murah di Pasar Cipete Utara

"Bila terkena dalam jumlah waktu panjang dan jumlah signifikan bisa sebabkan kanker. Itu yang harus jadi perhatian masyarakat dalam membeli cabai. Ketika zat kimia bukan untuk dikonsumsi kemudian dikonsumsi akan menyebabkan masalah pada kesehatan," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini