SuaraBekaci.id - Warga di Jalan Pertamina Babelan, dekat Perumahan Pondok Permata Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Senin (6/11) sekitar pukul 18:00 WIB dibuat kaget dengan suara letusan senjata.
Akibat penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) itu dua orang warga jadi korbannya. Kedua warga tersebut terkena tembakan di bagian paha dan tangan. Korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Menurut salah satu warga sekitar, Irfan (25) kepada sejumlah awak media termasuk SuaraBekaci.id, Selasa (8/11), peristiwa penembakan pada Senin petang itu berawal sejumlah orang yang berjumlah lima orang datang ke wilayah tersebut.
Irfan menyebut bahwa gerak-gerak para pelaku yang berjumlah 5 orang itu sudah tidak benar. Mereka seolah menantang dan ingin mencari keributan dengan warga sekitar.
"Kaya ngegas-ngegas motor aja kaya orang mau nyari masalah gitu,” ungkapnya.
Gerak-gerik para pelaku ini pun mendapat teguran dari warga. Tak terima ditegur warga, salah satu pelaku kemudian masuk ke Perumahan Pondok Permata, Babelan, Kabupaten Bekasi.
"Dia bilang ‘tunggu ya di sini’. Terus dia (terduga pelaku) masuk ke perumahan (Pondok Permata) mau ngambil apa gak tau, gak taunya dia ambil senjata,” kata Irfan.
Irfan lantas menyebut bahwa tak berselang lama memegang senjata dengan jenis airsoft gun tersebut, pelaku kemudian menembak secara membabi buta ke arah sejumlah warga.
“Dia dari situ (TKP) sudah nembak-nembak sekitar 5 tembakan,” ucapnya.
Baca Juga: Kasus Penembakan di Bekasi, Apa Itu Kelompok John Kei dan Nus Kei?
Irfan menyebut bahwa pelaku penembakan saat itu posisinya dibonceng sepeda motor oleh rekannya. Pelaku menembakkan senjata jenis airsoft gun dengan menggunakan satu tangan, yakni tangan kiri.
“Pas keluar dari perumahan itu langsung nembak sambil jalan itu, nembaknya pakai tangan kiri,” ujarnya.
“Yaudah disitu udah nembak-nembak membabi buta, anak-anak langsung ditembakin,” tambahnya.
Menurut warga, ciri-ciri pelaku penembakan masih berusia muda, sekitaran umur 20 tahun ke atas.
Sementara itu, keterangan dari Kapolsek Babelan Kompol Didik Prijo Susilo, diduga OTK yang melakukan penembakan berjumlah lima orang.
"Kejadian sangat singkat di duga pelaku sekitar 5 orang dan 2 orang korban mengalami luka tembak, satu orang tertembak di bagian tangan dan satu nya lagi di bagian paha, dari sementara korban di larikan ke rumah sakit," ucap Didik.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Penembakan di Bekasi, Apa Itu Kelompok John Kei dan Nus Kei?
-
Kasus Penembakan di Medan Satria Bekasi Ternyata Gegara Geng John Kei dan Nus Kei Bertikai, Apa Penyebabnya?
-
Ditangkap, Polisi Sita Senjata Rakitan Dari Pelaku Penembakan Pria Paruh Baya di Medan Satria Bekasi
-
Pelaku Penembakan Massal Di AS Ditemukan Tewas
-
Aksi Penembakan di Maine Tewaskan 22 Orang, Pelaku Ternyata Tentara Cadangan Angkatan Darat AS
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hillary Brigitta Apresiasi Kebijakan Tanpa Batas Usia Relawan MBG: Untuk Kesetaraan Peluang Kerja
-
Sengketa Pipa Limbah Jababeka dan MAP, Jadi Alarm Kepastian Investasi di Kawasan Industri
-
Bukan Sekadar Event, Ini Cara Specteve Membuktikan Bekasi Punya Identitas Kultural
-
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Eksploitasi Anak
-
Kemendagri Percepat Dokumen Kependudukan Keluarga Korban Kecelakaan KRL