SuaraBekaci.id - Anak Yusuf Mansur, Wirda Mansur mendapat kritik pedas dari publik terkait aksinya memberikan sedekah sebesar Rp 50 juta.
Menurut publik di laman media sosial, Wirda Mansur dianggap terlalu pamer dan riya karena menyebut mendapatkan mobil impian dari hasil sedekah kepada ayahnya, Yusuf Mansur.
Dalam video yang viral itu, Wirda Mansur menyebut bahwa dirinya memberikan uang Rp 50 juta kepada Yusuf Mansur dengan niat bersedekah.
"Ini sedikit sih, tapi doain, ya, Pah, buat cita-cita aku, buat impian aku," kata Wirda Mansur dalam video yang diunggah akun Tiktok @wirda_ucup.
Ditambahkan Wirda dalam video tersebut bahwa uang Rp 50 juta itu sebenarnya memiliki nominal kecil bagi Yusuf Mansur. Namun ditegaskan Wirda bahwa uang itu ialah tulus ia berikan untuk bersedekah.
Lebih lanjut dalam video itu, Wirda lalu mengaku bahwa ia sebenarnya ingin membeli mobil. Namun niat itu ia urungkan karena mempercayai keajaiban setelah seseorang bersedekah.
Ia pun menceritakan bahwa keajaiban bersedekah benar-benar dirasakannya.
"Bokap gue bilang, 'Kak, ada tamu nih ke rumah,' terus gue disuruh nemenin tamunya. Terus nyamperin ke rumah bertemu sama beliau, gue nggak ada bilang soal mobil. Gue tahu sedikit tentang mobil terus gue ceritalah tentang velg," tuturnya.
"Tiba-tiba tamu bokap bilang gini langsung intinya gini, 'Dah, kamu pake aja itu buat kamu'. Gue di situ bener-bener speechless dikasih ke gue cuma-cuma, sampe nanya tiga kali gimana angsurannya. Gue kayak mimpi, itu harganya Rp1,4 M. Itu yang gue lihat dari kemarin,"
Baca Juga: Bela-belain Sedekah 50 Juta Demi Mobil 1,4 Miliar, Wirda Mansur Tuai Hujatan
Video ini pun banyak mendapatn komentar pedas dari netizen. Lewat unggahan akun Instagram pribadinya, Wirda Mansur pun angkat bicara.
"Rame bgt ya soal 50jt dibilang sedikit," tulis Wirda disertai emot tertawa di unggahan Instastroy akun miliknya.
"Yaiya atuh sayang ngasih ke orang tua mah segitu, ga akan 'cukup' dibandingkan dengan yg orang tua kasih ke anak, pengorbanan, tenaga, energi, doa doanya yang luar biasa," tambah Wirda.
"Coba, apa sih yang bisa menggantikan/menyetarakan pemberian orang tua ke anak? gabakal ada. Sekalipun kita sbg anak ngasih gunung emas, karena tak ternilai,"
"Makanya ku bilang begitu. Ih gemes deh aku," tambahnya.
Wirda lalu mengaku siap salah dengan videonya tersebut dan mengaku menjadi pembelajaran untuknya agar memilih kata-kata yang lebih baik.
Berita Terkait
-
Bela-belain Sedekah 50 Juta Demi Mobil 1,4 Miliar, Wirda Mansur Tuai Hujatan
-
Cerita Wirda Mansur Nangis-Nangis Pengen Beli Mobil Sambil Menunggu Keajaiban Sedekah, Tak Lama Dapat BMW Seri 5 Gratis
-
Wirda Mansur Cerita Sedekah Rp 50 Juta Setelahnya Dapat Mobil Rp 1,4 M, Panen Cibiran
-
Wirda Mansur Cerita Sedekah Puluhan Juta ke Ayah, Dibalas Sindiran Menohok Netizen
-
Terpopuler: Wirda Mansur Dijodoh-jodohin Sama Rizky Billar, Lesti Kejora Disebut Bukan Istri Baik
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi