SuaraBekaci.id - Wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite santer jadi sorotan masyarakat. Kabarnya, kenaikan kenaikan harga BBM subsidi akan diumumkan pemerintah per 1 September 2022.
Bocorannya harga BBM jenis Pertalite akan mengalami kenaikan sebesar Rp 10.000 per liter dari harga Rp 7.650 per liter.
Wacana kenaikan harga BBM jenis Pertalite ini terang saja mendapatkan penolakan dari masyarakat kalangan bawah. Salah satu driver online di Kota Bekasi yang tidak mau disebutkan namanya mengungkap kekesalan akan rencana pemerintah ini.
Diakui si driver bahwa ia sempat menghitung-hitung soal uang yang akan dikeluarkan perhari untuk mengisi BBM.
"Ya iyalah (menolak). (Misal) harga 10.000 sekarang gua ngisi 100.000 cuma 10 liter biasanya dapet 14-15 liter, gimana gua ngga rugi, argo nggak naik gini-gini aja," ucapnya kepada Suara Bekaci.
Ia pun menganggap bantuan subsidi kepada masyarakat kalangan bahwa juga tidak masuk logika. Hal ini lantaran nilai yang diberikan tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan lain.
"BBM naik, argo nggak, naik pemerintah ngasih subsidi 150.000 sebulan, sistemnya di bayar 2 kali berarti 300.000, 300.000 ngisi bensin 2 hari juga abis. hari masih panjang," terangnya.
Subsidi dari pemerintah sebesar 150.000 akan di bayar di bulan kedua secara langsung 300.000 dan selanjutnya juga di bulan kedua, rencannya subsidi ini juga hanya berlangsung 4 bulan dari total kesuluruhan 600.000.
"iya 4 kali bayar, di rapel 2 bulan sekali,"
Baca Juga: Ombudsman Sarankan Pemerintah Batasi Distribusi BBM Bersubsidi Jenis Pertalite
Sementara itu, R. Abdullah, ketua umum SP KEP SPSI dan Koordinator Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas) dengan tegas menolak wacana kenaikan BBM ini.
"Kalau bicara tentang serikat pekerja, mensikapi rencana pemerintah menaiki harga BBM, satu kita nyatakan tolak kita menolak kenaikan BBM," ucapnya.
Abdullah menyebut bahwa pemerintah harus mengkaji ulang lagi wacana kenaikan BBM ini. Hal ini karena menurutnya akan berdampak sangat panjang.
Kenaikan harga BBM menurut Abdullah, otomatis akan menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat kalangan bawah.
Hal senada juga diungkpa oleh Ketua Umum Himpunan Pedagang Warteg, Rojikin. "Kami menolak keras atas rencana pemerintah menaikan harga BBM jenis pertalit dan solar," ucapnya.
Dikatakan Rojikan, pertumbuhan ekonomi masyarakat di kalangan bawah pasca pandemi Covid-19 belum sepenuhnya normal. Kenaikan harga BBM justru akan memperburuk kondisi.
Tag
Berita Terkait
-
Ombudsman Sarankan Pemerintah Batasi Distribusi BBM Bersubsidi Jenis Pertalite
-
Anggaran BBM Subsidi Membengkak, Sri Mulyani: Pusing Tujuh Keliling
-
Harga BBM Mau Naik, Ombudsman Beri Saran kepada Pemerintah
-
Tolak Kenaikan BBM dan Tarif Listrik, HMI Aksi Demo di Gedung DPRK Lhokseumawe
-
Nelayan di Lamongan Minta Kenaikan BBM Diundur, Pendapatan Sedang Tidak Menentu
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata
-
BRI Kembali Dukung Atlet Nasional, Semangati Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
-
Aset 1,5 Hektare Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat Digeledah KPK
-
Lewat Program BRI Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, BRI Peduli Berikan Pelatihan dan Pemagangan