SuaraBekaci.id - Pelawak kenamaan Komeng menduduki trending Twitter hari ini Rabu ( 12/1/2022), hal ini lantaran lawakannya yang dinilai merendahkan perempuan.
Lawakan ini muncul saat Komeng tampil dalam sebuah sketsa bersama Marshel Widianto di program komedi televisi The Sultan Entertainment.
Dalam cerita Komeng berperan sebagai seorang ayah yang memiliki anak gadis.
Si anak gadis hendak ijin pergi ke toilet, secara spontan Komeng malah mengisi adegan tersebut dengan jokes yang membuat tercengang banyak pihak.
" Saya mau jagain anak saya, takut ada yang ngintip, mending bapaknya yang ngintip " celetuk Komeng dikutip dari sebuah channel Youtube.
Ucapan Lulusan S1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ( STIE) Tribuana Bekasi Barat itulah yang membuat kontroversi dan menuai pro kontra dikalangan warganet.
Unggahan akun media sosial Twitter @AREAJULID yang menyinggung ucapan Komeng sontak berbuntut debat alot antar warganet, sebagian ada yang menganggap itu hanyalah sebuah jokes sindiran, sebagian lagi menganggapnya tak pantas.
" Walaupun bercanda ya, tapi buat orang yang bener bener ngalamin ini kayaknya gak lucu deh malah sakit hati banget, " komen akun @fvckb****.
" Ketika perempuan hanya diplot sebagai objek seksual oleh laki-laki brengsek, ini yang terjadi, udah gak ada ruang aman lagi bagi perempuan, so pentingnya kita saling aware dan jaga dan yang utama merubah pola pikir kotor terhadap perempuan, " tambah akun @temporary***.
Baca Juga: Komeng Si Raja Komedi yang Doyan Nyeletuk dan Senang Literasi
" Kurang kurangin becandain cewek dengan merendahkan harga diri seperti itu, itu namanya sexual harassment, jangan dibiasain sambil ngumpet dengan dalih ' alah itu khan cuma becandaan baper amat ' use u brain please, " kritik akun @XIAUT****.
" Ini maksudnya satir apa gimana? Atau udah normal aja jokes kayak begini? " sahut akun @dozen***.
Sementara pihak pro mencoba menjelaskan bahwa yang dilayangkan Komeng hanyalah sebuah lawak.
" Dear gen z, ini namanya komedi satire, tujuannya buat nyindir hal hal yang lagi hangat terjadi contohnya diluar banyak banget salah satunya sakit SNL tentang pelecehan seks murid oleh gurunya, " jelas akun @rustyo****.
" Generasi Ta**, udah tau Komeng malah dibawa serius, dikit dikit sexual harassment, dikit dikit body shaming, dikit dikit penistaan, jokes is jokes, gak habis pikir, gimana kalau film Warkop DKI baru muncul sekarang bisa bisa kena somasi mulu mereka, " timpal akun @rayd***.
" Padahal kata katanya pakai bapak bukan saya isu yang lagi ramai Khan bapak yang pelecehan ke anak ni gak sekalian joke joke Komeng ke Adul dan Daus Mini diangkat lagi dah tuh sekalian dimasalahin body Shaming bener bener nih gen z ribet bener dah mending dengerin kunto aja yang rehat sono, " kata akun @davit*** yang dijawab oleh warganet lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan, Hery Gunardi Raih Best CEO Finance Asia 2026
-
BRI Perkuat Digital Banking untuk Bisnis, Qlola New Skin Hadir dengan Pengalaman Baru
-
Titik-Titik Terparah Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Wilayah Ini Paling Menderita
-
Ekosistem Emas BRI Capai 153 Ton, Potensi Pertumbuhan Masih Terbuka