SuaraBekaci.id - Jembatan perahu tongkang yang menghubungkan antara Desa Anggadita dengan Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang menjadi viral di sosial media.
Pasalnya, pemilik jembatan perahu tongkang yang melintang di Sungai Citarum itu, H. Endang (69) meraup omset hingga Rp25 juta per harinya.
"Kalau di hari kerja sehari mencapai 10 ribu motor dengan pendapatan minimal Rp25 juta," kata Endang kepada wartawan, Senin (27/12/2021).
Endang mengaku, usaha yang kini sedang ia geluti itu sudah berjalan sejak tahun 2010. Bermula berupa perahu eretan terbuat dari kayu dan hanya masyarakat setempat yang melewatinya.
Seiring berjalannya waktu, lanjut dia, pengguna akses jalan alternatif meningkat pesat sejak adanya perluasan kawasan industri dan bertambahnya jumlah perusahaan di Kabupaten Karawang.
"Dulu menggunakan perahu kayu eretan, sekarang sudah berganti menjadi perahu dan jalan dari besi," ungkapnya.
Dia menambahkan, jalan alternatif tersebut selain memudahkan akses masyarakat, juga dapat mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten karawang. Pasalnya, sejumlah masyarakat diberdayakan untuk bekerja di sana.
"Kurang lebih 40-60 masyarakat yang bekerja di sini," ucapnya.
Bahkan, kata dia, sejak meningkatnya pengguna jembatan penghubung sungai itu, perekonomian masyarakat juga meningkat.
"Setiap pagi kan di sini suka ramai, banyak juga masyarakat yang berjualan disini, yang juga turut merasakan manfaat adanya jembatan ini," kata dia.
Selain itu, sebagian hasil dari Jembatan perahu tongkang yang memiliki panjang 120 meter dan lebar 3,5 meter ini juga turut dinikmati oleh masyarakat.
"Tidak semua hasil pendapatan dari jembatan ini digunakan, kita memberangkatkan umroh sejumlah marbot mesjid, membagikan sembako, maupun sebagian hasilnya juga ada yang diberikan untuk orang yang membutuhkan," ujarnya.
Sebelumnya, video mengenai jembatan perahu milik H.Endang menjadi sorotan di media sosial. Pasalnya, untuk melewati jembatan itu dikenakan tarif dan setiap harinya H. Endang dapat kantongi uang hingga Rp 30 juta.
Rekaman kisah jembatan perahu H.Endang viral usai diunggah akun @beritaviralditiktok di jejaring media sosial TikTok.
"Setiap hari tidak kurang dari 10.000 pengguna motor memanfaatkan jembatan ini. Tarif per-motor Rp 2000," tulis akun @beritaviralditiktok di video seperti dikutip Beritahits.id, Sabtu (25/12/2021).
Di akun tersebut, terdapat 5 video yang berkaitan dengan jembatan perahu itu. Rekaman video menjelaskan bahwa setiap harinya tidak kurang dari 5000-10.000 pengguna sepeda motor yang memanfaatkan jembatan itu dalam kegiatan aktivitas mereka.
Jembatan perahu yang terletak di Desa Anggadita, Kabupaten Karawang, Jawa Barat itu sontak mencuri perhatian warganet.
Betapa tidak, setiap sepeda motor yang melintas dilakukan tarif seharga Rp 2000, sedangkan untuk pejalan kaki dikenakan tarif sebesar Rp 1000.
Sungai besar yang memisahkan kedua wilayah di daerah tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat sedikit terhambat.
Lalu, sebuah jembatan perahu milik Haji Endang itu membentang dan menghubungkan kedua wilayah di Sungai Citarum itu.
Omset yang didapatkan oleh Pak Haji Endang diduga dapat mencapai Rp 30-60 juta/hari.
Dalam setiap video yang rata-rata telah ditonton jutaan kali itu menuai perdebatan dari warganet.
"Kenangan 6 tahun menggunakan jasa beliau, dari yang dulu masih perahu ditarik. Sangat membantu sekali, menghemat waktu," ujar akun @njedoel yang juga sebagai salah satu pengguna jembatan tersebut.
"Alhamdulillah sehat terus buat H. Endang yang punya perahu pemuda sekitar jadi enggak nganggur warga terbantu dengan bisa jualan di sekitar jembatan jadi kangen," tulis @arislukman45.
"Anggap saja seperti lewat tol," ungkap salah satu warganet.
"Yang protes karena bayar 2 ribu, aku mending bayar 2 ribu sih daripada harus muter jauh ngabisin bensin dan waktu nilainya lebih dari 2 ribu," tulis warganet.
Kontributor : Akhmad Nursyeha
Berita Terkait
-
Profil Aep Syaepuloh: Bupati Terkaya di Indonesia, Punya Ratusan Tanah
-
Yang Mau Ngakak Brutal, Nih Film Setan Botak di Jembatan Ancol!
-
Jadi Tersangka Kasus Korupsi pada KSU dan Akuisisi PT Jembatan Nusantara, KPK Tahan 3 Direktur ASDP
-
BUMN Semen SIG Pasok Bahan Bangunan Proyek Flyover Madukoro
-
Dari Rel Kereta hingga Jalan Tol: Peran Cikampek dalam Mobilitas Nasional
Terpopuler
- Kamar Inap Hotman Paris di RS Singapura Capai Rp 190 Juta Per Malam: Tapi Semua Tak Ada Arti, Sepi di Hati!
- CEK FAKTA: Tudingan Mie Gacoan Disegel karena Mengandung Minyak Babi, Benarkah?
- Lihat Postingan Hotman Paris Dirawat di RS Singapura, Razman Arif Nasution Teringat Mendiang Alvin Lim
- Hasto Ajukan Penangguhan Penahanan, Ketua KPK: Dikabulkan atau Tidak, Itu Kewenangan Penyidik
- Dokter Oky Pratama Sempat Pinjam HP ke Penyidik, Pihak Reza Gladys Khawatir Ada Barbuk yang Dihilangkan
Pilihan
-
Terungkap! Bos Pertamina Perintahkan Untuk Oplos Pertamax
-
Pertamina Siap-siap Digugat, LBH Jakarta Ajak Warga Kumpulkan Bukti BBM Oplosan
-
BYD Sealion 7 Dikirim ke Konsumen Sebelum Lebaran, Siap Dibawa Mudik
-
Perbandingan Spesifikasi POCO X7 vs POCO X6, Lengkap dengan AnTuTu dan Fitur Kamera
-
Jordi Cruyff Jadi Penasihat Teknis, Media Spanyol: Langkah Maju Sepak Bola Indonesia
Terkini
-
Orang Tua Diminta Bayar Rp700 Ribu untuk Outing Class, Walkot Bekasi Ancam Sanksi Tegas
-
Geger Pasutri Tewas di Kontrakan Bekasi: Kondisi Korban Mengenaskan
-
Sebelum Ditahan KPK, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Sempat Datangi Rumah di Bekasi
-
Patuhi Titah Megawati, Walkot Bekasi Tri Adhianto Pilih Lakukan Kegiatan Ini
-
Mengembangkan Ekosistem Kerajinan Bambu: Perjalanan Bambu Tresno Bersama BRI UMKM EXPO(RT) 2025