Perkara Hotel Siti pihak Yusuf Mansur menyatakan siap untuk mengembalikan dana milik anggota Koperasi Merah Putih yang dibentuknya kala itu.
Ia menyebut dana hasil patungan para anggota yang berjumlah 2.900 orang itu telah menjadi hotel bernama Hotel Siti di Tangerang Banten.
Ia mengungkapkan bahwa dari 2.900 anggota 2.500 diantaranya masih berkomunikasi dengan baik, dan sisanya jika ingin meminta dana kembali maka pilihan terakhir adalah menjual aset tersebut.
" Kalau rusuh kegedean kita pasang spanduk for sale, kita lihat saja nanti, doa saya mereka cuma masalah kejelasan dan tanggung jawab, makanya saya beri penjelasan dan kita hadirkan bentuk tanggung jawabnya.
4. Pernyataan Kontroversi Soal Orang Miskin
Pada bulan April 2021 lalu, pernyataan Yusuf Mansur dalam sebuah siaran televisi yang menyebut bahwa kaum miskin kurang ibadah tuai kontroversi dari berbagai pihak.
Salah satunya Feby Indirani yang saat itu mengkritik keras ucapan Yusuf Mansur. " Kondang Yusuf Mansur baru saja bilang di MetroTV, mohon maaf nih kalau Anda miskin, coba cek pasti Anda kurang ibadah, kasihan banget kaum miskin di negara ini ya sudah ditindas struktur disalahkan kaya raya pula, " cuit Febby dalam Twitternya Jumat ( 16/4/2021).
Turut pula Akademisi NU, Akhmad Sahal yang ikut berkomentar atas perkataan Yusuf Mansur yang dinilai tak pantas tersebut.
" Padahal Nabi pernah berdoa, ya Allah hidupkan dan matikan aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkan diriku ( di hari kiamat) bersama orang orang miskin. Banyak
Ulama disini mengartikan miskin disini sebagai humble, tawadhu, rendah hati Ust YM jelas keliru, miskin gak lantas kurang ibadah, " tulis Gus Sahal.
Yusuf Mansur pun kemudian melakukan klarifikasi melalui akun Facebook miliknya.
" Jangan segan kasih tahu kalau saya salah siap salah, siap memperbaiki kalimat juga ucapan, saya siap juga mendengar, sekali lagi siap juga dengar termasuk siap juga belajar dari kawan kawan Netizen, Bismillah, Walhamdulillah, " tulis Yusuf Mansur.
5. Dituduh Jadi Penipu Investasi Konsep Sedekah
Kabar terakhir di tahun 2021 baru baru ini Yusuf Mansur kembali dilaporkan ke pihak yang berwajib atas tuduhan penipuan dengan konsep investasi sedekah.
Pada awal Desember 12 orang menyatakan diri sebagai investor pembangunan Hotel Siti menggugat Perdata Yusuf Mansur ke Pengadilan Negeri Tangerang. Karena tak mendapat respon, mereka kemudian menggugat ke Pengadilan.
Hingga berbagai video viral disangkut pautkan dengan dirinya yang ditangkap. Akan tetapi isu ditangkapnya kondang itu tidaklah benar.
Tag
Berita Terkait
-
86% Warga RI Pede Bisa Kenali Scam, tapi 2 dari 3 Tetap Terpapar
-
Diduga Terlibat Aksi Penipuan Daring, Imigrasi Pontianak Ciduk 31 WNA Asal Malaysia dan Taiwan
-
659.419 Rekening Terkait Penipuan Diblokir, Dana Korban Rp771,2 Miliar Diamankan
-
Bukan Cuma Hoaks, 7.908 Loker Luar Negeri Fiktif Jadi Ancaman di Ruang Digital
-
IASC Blokir Dana Terkait Scam Online Capai Rp724,1 Miliar
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Mengawal Ekonomi Masyarakat
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat
-
5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini
-
Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei