SuaraBekaci.id - Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi merinci rangkaian informasi bohong atau hoaks yang beredar tentang Covid-19 Varian Omicron. Katanya, dari 10 isu hoaks seputar COVID-19 yang beredar selama seminggu terakhir, Dedy menyebutkan beberapa contoh hoaks dan disinformasi yang perlu ditangkal bersama, di antaranya :
- Disinformasi CEOBiontech menolak divaksin COVID-19 karena alasan keamanan (9 Desember 2021)
- Hoaks Pfizer dan WHO bekerja sama memunculkan varian COVID-19 Omicron sebagai hukuman untuk Afrika Selatan (10 Desember 2021)
- Disinformasi varian COVID-19 Omicron hanya sebuah propaganda untuk memaksa penduduk Afrika di vaksinasi (10 Desember 2021)
- Disinformasi kata omi pada penamaan Omicron adalah akronim untuk jenis penyakit jantung (11 Desember 2021)
- Disinformasi supermarket di Jerman memasang pagar pembatas untuk memisahkan pengunjung yang sudah divaksin dan belum divaksin (11 Desember 2021).
Dedy Permadi menjelaskan, sejak Januari 2020 sampai dengan hari ini, kata Dedy, angka persebaran hoaks terkait COVID-19 masih mengalami pertambahan. “Langkah penanganan berupa pemutusan akses pun terus digencarkan oleh Kementerian Kominfo,” kata Dedy dalam Siaran Pers Menolak Hoaks COVID-19 dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Kamis (16/12/2021) lalu.
Sementara untuk isu hoaks COVID-19, Dedy menjelaskan, telah ditemukan 2026 isu pada 5263 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada Facebook sejumlah 4562 unggahan. Pemutusan akses telah dilakukan terhadap 5095 unggahan dan 168 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti.
Kemudian untuk isu hoaks vaksinasi COVID-19, telah ditemukan sebanyak 412 isu pada 2497 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak juga pada Facebook sejumlah 2305 unggahan. Pemutusan akses telah dilakukan terhadap seluruh unggahan tersebut.
Sedangkan isu hoaks PPKM, telah ditemukan sebanyak 49 isu pada 1279 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada Facebook sejumlah 1261 unggahan. Dedy menyebutkan, pemutusan akses dilakukan terhadap 1107 unggahan dan 172 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti.
“Pada minggu ini, jika dilihat dari setiap topik hoaks terkait COVID-19,pertambahan isu tidak melebihi angka di minggu yang lalu. Namun salah satu topik hoaks COVID-19 mengalami pertambahan sebaran yang melebihi angka dari minggu yang lalu,” papar Dedy.
Secara keseluruhan, pada minggu ini total pertambahan hoaks tentang COVID-19, vaksinasi COVID19 dan PPKM adalah sebanyak 10 isu di 72 unggahan media sosial, di mana pada minggu sebelumnya terdapat total pertambahan 17 isu di 74 unggahan media sosial. Berikut rinciannya:
- Pertama, isu hoaks COVID-19 di minggu ini terdapat pertambahan sejumlah 6 isu dan 35 unggahan hoaks, sedangkan di minggu sebelumnya, pertambahan isu yang ada adalah sebanyak 10 isu dan 34 unggahan hoaks.
- Kedua, isu hoaks vaksinasi COVID-19, di minggu ini terdapat pertambahan sejumlah 4 isu dan 8 unggahan hoaks. Di minggu sebelumnya, pertambahan isu vaksinasi COVID-19 adalah sebanyak 7 isu dan 13 unggahan hoaks.
- Ketiga, untuk isu hoaks PPKM pada minggu ini tidak terdapat pertambahan, seperti halnya minggu yang lalu. Namun di minggu ini terdapat pertambahan sejumlah 27 unggahan hoaks. Sedangkan di minggu sebelumnya, pertambahan unggahan hoaks mencapai 29 unggahan.
Kesempatan yang sama, Dedy menyampaikan bahwa memang hari-hari raya pada tahun ini tidak dapat dilakukan seperti pada masa sebelum pandemi. “Namun hal tersebut jangan sampai meredupkan semangat dan makna hari besar tersebut,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, ia meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan terutama dengan memakai masker dengan benar,serta mematuhi kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Kami juga berharap masyarakat semakin bijak dalam memilah dan memilih informasi, serta berpartisipasi aktif dalam menghentikan persebaran berita bohong terkait COVID-19. Bersama kita hindari lonjakan persebaran COVID-19 untuk menuju Indonesia pulih dari pandemi,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Kemenkeu Tegaskan Kabar Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Adalah Hoaks
-
AI Bikin Hoaks Makin Meyakinkan, Nezar Patria: Batas Realitas Jadi Kabur
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
Berita Hoaks, Nama Menkeu Suahasil Nazara Disebut dalam Isu Korupsi Rp500 Triliun
-
Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata
-
BRI Kembali Dukung Atlet Nasional, Semangati Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
-
Aset 1,5 Hektare Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat Digeledah KPK
-
Lewat Program BRI Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, BRI Peduli Berikan Pelatihan dan Pemagangan