Scroll untuk membaca artikel
Lebrina Uneputty
Kamis, 30 September 2021 | 17:05 WIB
Kiblat Umat Muslim, Inilah Nama Lain Ka'bah
Jemaah haji wajib menajaga jarak saat mengelilingi Ka'bah.[Kementerian Kebudayaan dan Informatika Arab Saudi]

SuaraBekaci.id - Setelah ini akan dibahas tentang nama lain Ka'bah.  Berdiri di Kota Mekah, Arab Saudi, rumah Allah atau Ka’bah merupakan tempat yang paling suci bagi seluruh umat muslim.

Nabi Ibrahim dan nabi Ismail dalam membangun Ka’bah tersebut merupakan perintah dari Allah SWT. Adanya Ka’bah tersebut juga menjadi kiblat bagi umat Islam.

Ka’bah sendiri adalah bangunan yang berbentuk persegi, menyerupai ruangan besar, serta letaknya berada di tengah-tengah Masjidil Haram. Tempat inilah yang setiap bulan Dzulhijjah selalu ramai ribuan orang dari segala penjuru dunia.

Inilah Nama Lain Ka’bah yang Menjadi Kiblat Umat Muslim

Pembangunan ka’bah yang didirikan oleh Ibrahim dan Nabi Ismail, sebagaimana arti dari surat Al-Baqarah ayat 127,

Baca Juga: Mohib Ullah, Pemimpin Muslim Rohingya Tewas Ditembak di Kamp Pengungsi Bangladesh

Dan ingatlah saat Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah, yaitu Ka’bah yang sudah ada ketika Nabi Adam AS dahulu. Bersama dengan putranya Nabi Ismail, Ibrahim berdoa, Wahai Allah, Terimalah amal kebaikan dan permohonan kami ini. Sesungguhnya, hanya Engkaulah yang Maha Mendengar permohonan dari hamba-hambaMu. Engkau yang mengetahui keadaan mereka “.

Bukan hanya merupakan tempat yang paling suci, setiap bulan Dzulhijjah dikunjungi, dan merupakan kiblat seluruh umat muslim, ternyata ada nama lain Ka’bah.

Baitullah Atau Rumah Allah SWT

Untuk nama lain Ka’bah yang pertama adalah Baitullah atau rumah Allah. Penamaan berupa Baitullah ini juga tidak lepas dari makna atau artinya.

Bait yang merupakan bahasa Arab yang memiliki arti rumah, sedangkan Allah yang berarti Allah. Berarti Baitullah adalah rumah milik Allah atau rumah Tuhan.

Baca Juga: TOK! Kepala Sekolah Mengaku Nabi Dihukum Mati, Sudah Menyangkal Kenabian Nabi Muhammad

Sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 125:

"Dan (Ingatlah), ketika kami menjadikan rumah (ka'bah) tempat berkumpul dan tempat aman bagi manusia. Dan Jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat sholat. Dan telah kami perintahkan kepada ibrahim dan Ismail, "Bersihkan rumah-Ku untuk orang-orang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!".

Dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 26 juga menyebutkan:

"Dan (Ingatlah) ketika kami tempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan) "Janganlah engkau menyekutukan Aku dengan apa pun dan sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang tawaf dan orang beribadah dan orang yang rukuk dan sujud".

Bait juga menjadi nama lain Ka’bah, meskipun tanpa mengikutsertakan “Allah”. Karena memang banyak orang yang menyebutkan bahwa Ka’bah itu juga Al-Bait.

Penjelasan ini seperti tercantum dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat ayat 96,

Sesungguhnya rumah ibadah yang dibangun khusus untuk manusia adalah Baitullah yang berada di Bakkah (Mekkah). Diberkahi serta menjadi petunjuk untuk seluruh alam ini”.

Al-Bait Al-A’tiq

Kemudian, nama lain Ka’bah yang selanjutnya adalah Al-Bait Al-‘Atiq. Artinya adalah rumah yang bebas. Maksud dari bebas tersebut adalah Allah SWT akan membebaskan Ka’bah dari adanya berbagai macam bencana yang membahayakan.

Bukan hanya itu saja, akan tetapi nama lain Al-Bait Al-‘Atiq ini juga mempunyai artian bahwa tidak ada seorang pun yang boleh untuk mengambil hak sebagai hak milik.

Jadi, Ka’bah itu bukan seperti harta gono-gini yang harus kita perebutkan. Entah cara apapun yang Anda lakukan, hal tersebut tidak Allah SWT halalkan.

Jangankan kita manusia biasa,  Nabi Ibrahim dan Ismail saja, yang sudah bersusah payah membangunnya, rela kepanasan untuk memenuhi perintah Allah SWT.  Dan tidak ada niatan untuk menjadikan Ka’bah itu miliknya. 

Islam tidak mengajarkan bahwa Ka’bah itu milik Ibrahim dan Ismail. Ka’bah tetap milik Allah dan akan menjadi rumah Allah SWT.

Bukan hanya itu saja, akan tetapi Nabi Muhammad SAW sekalipun, yang mempunyai mukjizat dari nabi yang lain bisa naik ke sidratul muntaha bertemu langsung dengan Allah SWT. Beliau juga tidak mempunyai rasa untuk memiliki rumah Allah tersebut.

Makna dari Al-A’tiq lainnya adalah Allah akan membebaskan manusia dari azab Allah. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 97 menjelaskan bahwa barang siapa atau siapapun yang memasuki rumah Allah maka dia akan aman.

Salah satu kewajiban untuk umat manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yakni bagi mereka yang mampu untuk mengadakan perjalanan menuju tempat tersebut.

(Muhafid/R6/HR-Online)

Load More