SuaraBekaci.id - Dalam upaya penyelesaian kemiskinan ekstrem di lima kabupaten Provinsi Jawa Barat, pemerintah menambah angaran program bantuan sosial. Ini disebutkan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Bandung, Jawa Barat.
Dalam keterangan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Wapres (BPMI) Setwapres, Rabu, (29/09/2021) Wapres Ma'ruf Amin mengatakan, Pemerintah telah berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian kemiskinan ekstrem di tujuh provinsi hingga akhir 2021.
"Tambahan alokasi pendanaan untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui bantuan sosial tunai akan diberikan kepada lima kabupaten prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Barat selama tiga bulan hingga akhir 2021," kata Wapres saat memimpin rapat di Kantor Gubernur Jawa Barat.
Penambahan alokasi anggaran untuk bantuan sosial tunai tersebut, lanjut Wapres, merupakan upaya guna memulihkan ekonomi nasional yang terdampak pandemi COVID-19.
Wapres juga mengimbau kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan lima bupati daerah prioritas tersebut untuk memastikan seluruh kelompok masyarakat penerima manfaat dapat menerima bantuan sosial itu.
"Gubernur dan para bupati agar juga memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD masing-masing, khususnya yang terkait dengan karakteristik masyarakat di wilayahnya masing-masing," tegas Wapres Ma'ruf Amin.
Bantuan sosial tunai tersebut merupakan program perlindungan sosial yang diupayakan Pemerintah untuk menyelesaikan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Selain itu Pemerintah juga mengupayakan program pemberdayaan bagi masyarakat kelompok miskin ekstrem.
Jawa Barat merupakan satu dari tujuh provinsi yang menjadi target penyelesaian kemiskinan ekstrem hingga akhir 2021. Total jumlah penduduk miskin ekstrem di lima kabupaten prioritas di Jawa Barat sebanyak 460.327 jiwa, dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem sebanyak 107.560 rumah tangga.
Rincian angka penduduk miskin ekstrem di lima kabupaten tersebut ialah 90.480 jiwa di Kabupaten Cianjur, 93.480 jiwa di Kabupaten Bandung, 69.090 jiwa di Kabupaten Kuningan, 106.690 jiwa di Kabupaten Indramayu dan 106.780 jiwa di Kabupaten Karawang. (Antara)
Baca Juga: Kemiskinan Ekstrem 5 Kabupaten di Jateng Jadi Sorotan, Ini Langkah Ganjar
Pewarta : Fransiska Ninditya
Tag
Berita Terkait
-
Pertamina NRE Salurkan Bantuan Perbaikan Sanitasi Sarana SD Negeri Alak di Kupang
-
Televisi Canggih Jadi Pajangan, ke Mana Prioritas Anggaran Pendidikan?
-
Survei Anjlok, Prabowo Mulai Tebar BLT Hingga Insentif Pajak Kelas Menengah
-
Sugiono Jadi Menko PMK, Bidik Renovasi 300 Ribu Sekolah dan 10 Ribu Puskesmas hingga 2029
-
Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret
-
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Ada Apa?
-
Aktif Jemput Bola Transaksi Warga, Kiprah BRILink Agen Ria Irawan Topang Roda Ekonomi
-
30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!
-
Aksi Ekstrem Jambret Pakai Kawasaki Ninja, Rampas HP Pakai Dua Tangan