SuaraBekaci.id - Efek samping vaksin pfizer. Vaksinasi dapat memberikan manfaat perlindungan tapi ada kemungkinan bahwa orang yang telah di vaksin akan mengalami efek samping, termasuk ketika mendapatkan vaksin pfizer.
Efek samping vaksin pfizer bisa terjadi karena sebab-sebab di bawah ini. Vaksin pfizer adalah salah satu jenis vaksin yang digunakan untuk mengatasi penyebaran virus covid-19.
Jika mendapatkan vaksinasi dengan vaksin ini, maka anda perlu mengetahui apa saja efek samping vaksin pfizer. Dilansir dari jurnal The BMJ, pada 11 Juli 2021, sebanyak 33.455.291 dosis vaksin Pfizer diberikan kepada warga Spanyol dan dari total vaksin tersebut, ada 17.387 pemberitahuan efek samping yang diterima FEDRA.
Mayoritas yang mengalami efek samping vaksin pfizer adalah wanita sebanyak 79 persen dan orang-orang dengan usia antara 18-65 tahun sebanyak 83 persen. AEMPS (Badan Obat dan Produk Kesehatan Spanyol) menyatakan ada empat dugaan efek samping vaksin pfizer, antara lain:
- Mengalami Asthenia (kekurangan energi)
- Mengalami Kelesuan (keadaan acuh tak acuh)
- Nafsu makan berkurang
- Mengalami hiperhidrosis malam hari (mengalami keringat berlebihan di malam hari)
Vaksin Pfizer dirumorkan jadi penyebab penyakit darah langka
Peneliti di Institute of Hematology di Shamir Medical Center Israel mengklaim menemukan vaksin Pfizer covid-19 kemungkinan mengembangkan penyakit arah langka thrombotic thrombocytopenic purpura (TTP). Para peneliti mendadak melihat peningkatan pada TTP, setidaknya ada empat kasus terdeteksi dalam satu bulan.
Padahal sebelumnya, paling tidak hanya dua atau tiga dalam setahun. Bukti hubungan antara vaksin pfizer dengan TTP adalah pada hubungan kronologis antara vaksinasi pasien dengan kemunculan gejala TTP.
Lebih jelasnya TTP merupakan autoimun parah yakni terjadi pembekuan darah di beberapa organ tubuh. Gejala efek samping vaksin pfizer ini antara lain:
- Mudah lemah
- Mudah lelah
- Gangguan neurologis
- Perdarahan
- Nyeri dada
Oleh karena itu, setiap orang wajib waspada setelah vaksinasi dan harus segera mendapatkan perhatian jika mengalami gejala TTP di atas.
Baca Juga: Kadin Minta Pengusaha Lain Ikut Genjarkan Vaksinasi: Kita Harus Menang Lawan Pandemi
(Mutaya Saroh)
Berita Terkait
-
Bobby Nasution Targetkan Sumut Bebas Rabies, Perkuat Vaksinasi Hewan Peliharaan
-
Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
Terkini
-
30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!
-
Aksi Ekstrem Jambret Pakai Kawasaki Ninja, Rampas HP Pakai Dua Tangan
-
BRI Dorong Penyuluh Antikorupsi Jadi Teladan Integritas di Tempat Kerja
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata