SuaraBekaci.id - Viral coretan sopir Bajaj mengeluh hidup susah dan lapar. Coretan "Pak Presiden Jokowi Kami Lapar" viral dalam video yang diunggah Politisi Partai Demokrat Andi Arief lewat cuitannya di Twitternya.
Dilihat dari video itu, tampak sejumlah bajaj berwarna biru hitam berjejer di pinggir sebuah jalan raya.
Pada bagian belakang sejumlah bajaj tersebut terlihat tulisan grafiti. Dalam tulisan itu, para sopir bajaj tersebut menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa mereka lapar.
“Aksi grafiti sopir bajaj, ‘Pak Jokowi kami lapar’,” cuit Andi Arief sambil membagikan video supir bajaj tersebut.
“Pak Presiden, Kami Lapar,” demikian narasi grafiti yang tertulis di belakang sejumlah bajaj tersebut.
Selanjutnya, terdengar seorang pria sopir bajaj membacakan isi tulisan yang tertulis di belakang bajaj milik mereka.
“Pak, sopir bajaj lapar tuh pak. Pusing, kurang makan. Doa ibu,” ujar sopir bajaj yang merekam video itu sambil memperlihatkan tulisan grafiti di bajaj miliknya.
Akan tetapi, hingga berita ini ditayangkan belum diketahui pasti kapan dan di mana lokasi peristiwa dalam video viral itu direkam.
Namun pastinya, video sopir bajaj yang diunggah kader Partai Demokrat Andi Arief tersebut menuai respons dari sejumlah netizen.
Baca Juga: Andi Arief: Indonesia Menuju Negara Gagal, Penanganan Covid dan Pertumbuhan Ekonomi Gagal
Salah seorang netizen pengguna Twitter Kak_Aisyah, menilai permintaan para sopir bajaj itu salah alamat lantaran mereka meminta kepada Presiden Jokowi.
Menurutnya, seharusnya sopir bajaj tersebut meminta rezeki kepada Allah SWT dan bukannya kepada Presiden Jokowi.
“Ya salah pak minta rezeki itu bukan sama Presiden, tapi sama Allah. Allah kan Maha Kaya. Trus yang nge-tweet juga sama. Dia kira Presiden bisa kasih makan 200jutaan rakyatnya. Presiden az yang kasih makan Allah, minta sama yang kasih makan Presiden dan keluarganya,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Pansus Ijazah Gibran: Siapa yang Diuntungkan Jika Kursi Wapres Kosong?
-
Gibran dalam Sandera Koboi-koboi Senayan
-
Jejak Mertua Calon Kapolri Suyudi Ario Seto: Dari Kasus Andi Arief hingga Lengsernya Gus Dur
-
Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak, DPRD DKI Dorong Sistem Parkir Cashless
-
Sopir Bajaj di Tanah Abang Diperas Preman Rp100 Ribu per Hari, Kaca Dipecah Jika Tak Bayar
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia