SuaraBekaci.id - Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik mempertanyakan keperluan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menemui kader yang dia sebut sebut. Hal itu disampaikannya setelah mengunggah sejumlah cuitan mengenai Moeldoko pada isu kudeta Partai Demokrat.
Rachland Nashidik menyatakan yang menjadi persoalan pada pertemuan tersebut bukan karena kader partai bertemu dengan Moeldoko sebagai pribadi.
Melainkan, menurut dia, mengapa Kantor Staf Presiden (KSP) menemui kader Partai Demokrat yang tersingkir.
"'Kalau kader tidak boleh menemui saya, borgol saja', kata eks Panglima TNI tak kenal budi itu. Soalnya, Jenderal, bukan kenapa mereka menemui Anda. Tapi apa keperluan Kepala Staf Presiden menemui mereka -- segelintir kader yang tersingkir?," cuit akun @RachlanNashidik, Selasa (2/2/2021).
Sebelum mengunggah cuitan tersebut, Rachland Nashidik juga membuat cuitan menanggapi adanya mantan politikus Partai Demokrat pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang bertemu dengan Moeldoko.
"Ada dua fakta tentang ini. Satu, Pak Darmizal, yang menghadiri pertemuan dengan KSP Moeldoko, sudah mengundurkan diri dari Partai Demokrat. Ia sebenarnya tak bisa lagi mengatasnamakan Partai. Dua, Pak Darmizal adalah pendukung Pak Jokowi. All the President's men?," ujarnya.
Sebelumnya Moeldoko mengaku bertemu dengan sejumlah tamu di rumahnya. Dia menyebut, dalam pertemuan itu terdapat tamu yang menceritakan tentang kondisi Partai Demokrat.
Namun, dia memastikan bahwa hal tersebut tidak ada kaitannya dengan Istana. Melainkan, hal tersebut dilakukannya secara personal tidak mengatasnamakan lembaga.
Baca Juga: Moeldoko Tersangkut Isu Kudeta Partai Demokrat, Warganet: AHY Lebay
Berita Terkait
-
Calon Senator AS Muslim Pertama, Bagaimana Abdul El-Sayed Bisa Menang?
-
Amerika Serikat Bakal Punya Senator Muslim Pertama, Siapa?
-
PEVC 2026 Akan Digelar Oktober, Bahas Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia
-
Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel
-
Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan, Hery Gunardi Raih Best CEO Finance Asia 2026
-
BRI Perkuat Digital Banking untuk Bisnis, Qlola New Skin Hadir dengan Pengalaman Baru
-
Titik-Titik Terparah Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Wilayah Ini Paling Menderita
-
Ekosistem Emas BRI Capai 153 Ton, Potensi Pertumbuhan Masih Terbuka